Bursa Saham China Turun 0,19% di Tengah Isu Kudeta Xi Jinping

ADVERTISEMENT

Bursa Saham China Turun 0,19% di Tengah Isu Kudeta Xi Jinping

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 26 Sep 2022 09:46 WIB
KTT ASEAN-Cina: Presiden Xi Jinping Janji Tak Akan Menindas Negara-negara Kecil
Presiden China Xi Jinping/Foto: DW (News)
Jakarta -

Santer beredar rumor terkait kudeta Presiden China Xi Jinping sejak kemarin. Rumor yang beredar di media sosial ini menyebut seorang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari militer China Li Qiaoming sudah menggantikan Xi Jinping.

Bagaimana pengaruhnya terhadap bursa saham China?

Dikutip dari Shanghai Stock Exchange disebutkan indeks hari ini berada di zona merah. Pada pukul 9.42 waktu China indeks bertengger di posisi 3082,71 dengan volume 95.903 indeks ini turun sekitar 0,19% dibandingkan penutupan Jumat lalu. Lalu turun 1,81% jika dibandingkan Selasa.

Pada penutupan Jumat (23/9) indeks berada di posisi 3088,25. Padahal pada pembukaan Jumat tercatat di posisi 3118,80 dengan volume 2.678.494.

Bahkan indeks sempat menyentuh level tertinggi pada Jumat pukul 9.40 yaitu 3.123,73 dengan volume 2.670.907.

Jika dilihat dalam waktu 5 hari terakhir indeks mulai mengalami penurunan pada Rabu. Pada Selasa indeks berada di posisi 3.139,47 dengan volume 681.951.

Saat ini tercatat 2.133 perusahaan yang tercatat di bursa saham China. Total kapitalisasi pasar mencapai RMB 45.878 miliar.

Sebelumnya diberitakan Presiden China Xi Jinping diisukan telah menjadi tahanan rumah. Namun rumor ini masih tidak berdasar. Pihak pemerintah China belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut.

Rumor ini beredar di tengah ekonomi China yang sedang kurang baik. Dikutip dari CNN pada kuartal II tahun ini ekonomi China tumbuh 0,4%.

Dari data Biro Statistik Nasional China angka ini lebih rendah dibandingkan periode kuartal sebelumnya yang bisa tumbuh 4,8%.



Simak Video "Momen Kemesraan Jokowi Bertemu Presiden Xi Jinping"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT