Rahasia di Balik Untung Garuda Rp 57 T Terungkap

ADVERTISEMENT

Rahasia di Balik Untung Garuda Rp 57 T Terungkap

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2022 06:20 WIB
Armada pesawat Boeing 777-300ER Garuda Indonesia
Rahasia di Balik Untung Garuda Rp 57 T Terungkap/Foto: Garuda Indonesia
Jakarta -

Kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di semester I-2022 cukup mengagetkan. Bagaimana tidak, maskapai pelat merah ini mencetak laba hingga US$ 3,81 miliar atau Rp 57,91 triliun (kurs Rp 15.200) pada semester I-2022.

Padahal, maskapai pelat merah ini berulang kali rugi. Kinerja keuangannya pun cukup berat dengan utang yang menggunung.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo pun mengungkap asal muasal perolehan laba tersebut. Dia mengatakan, laba tersebut merupakan laba buku.

Hal itu terjadi karena adanya pembalikan liabilitas atau kewajiban karena disetujuinya perdamaian dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Dan Garuda sebagaimana temen-temen semua ketahui mencatatkan laba negatif signifikan tahun lalu. Hari ini ada beberapa terima berita tahun ini Garuda mencetak laba Rp 57 triliun sebenarnya laba buku karena itu ada pembalikan dari liabilties setelah PKPU kemarin," jelas pria yang akrab disapa Tiko tersebut di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

Meski demikian, Tiko mengatakan, langkah-langkah yang telah ditempuh untuk perbaikan Garuda Indonesia berjalan dengan baik.

"Tapi artinya tahun ini insyaallah di 2022 yang bahasanya ember-ember bocornya Jiwasraya, Garuda itu moga-moga sudah selesai," ujarnya.

Kinerja Garuda Indonesia terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi XI DPR RI dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra belum lama ini. Irfan menjelaskan, sejak pandemi COVID-19 2020 ekuitas Garuda per Desember 2021 negatif US$ 5,3 miliar.

Pada Desember 2020 tercatat laba bersih Garuda Indonesia minus US$ 2,2 miliar, lalu pada Desember 2021 minus US$ 3,8 miliar. Lalu pada Maret laba masih tercatat minus US$ 1,36 miliar.

Per Juni 2022 Garuda Indonesia membukukan laba bersih US$ 3,81 miliar. Irfan menjelaskan laba bersih ini diperoleh dari pendapatan restrukturisasi utang dengan disetujuinya perjanjian perdamaian dalam proses PKPU perseroan yang membuat ekuitas membaik jadi US$ 1,5 miliar.

Sementara pada laporan keuangan tahunan 2021, Garuda Indonesia masih menderita kerugian US$ 4,16 miliar atau setara Rp 62,3 triliun.

Lihat juga video 'Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit ke Pengadilan AS':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT