ADVERTISEMENT

Upaya Bank Sentral China Nggak Mempan, Yuan Masih Keok Lawan Dolar AS

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 09:00 WIB
Mata Uang Yuan
Yuan/Foto: Chinadaily.com
Jakarta -

Yuan China melemah dan mendekati rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar luar negeri pada Kamis pekan ini. Hal itu sejalan dengan mata uang lain yang melemah setelah Federal Reserve mengerek suku bunga.

Dikutip dari CNN, Jumat (30/9/2022), yuan atau renminbi telah melemah secara berbulan-bulan meski diintervensi oleh bank sentral China. Yuan yang diperdagangkan jatuh ke rekor terendah di angka 7,2674 pada Rabu pagi.

Pada Kamis, yuan kembali merosot ke 7,189. Pelemahan terjadi meski bank sentral China mengingatkan para trader untuk tidak bertaruh pada depresiasi yang terus berlanjut.

Sementara, yuan di domestik dikontrol ketat sehingga sedikit menguat pada Kamis setelah jatuh ke level terendahnya terhadap dolar AS sejak krisis keuangan global 2008. Yuan naik 0,6% menjadi 7,195.

"Pasar valuta asing adalah masalah besar. Menjaga stabilitas adalah prioritas pertama," demikian pernyataan bank sentral China.

"People's Bank of China telah mengumpulkan pengalaman yang kaya dalam mengatasi guncangan eksternal (ke pasar yuan) dan dapat secara efektif mengelola ekspektasi pasar," sambungnya.

Yuan bersama dengan mata uang global utama lainnya telah melemah dengan cepat terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir. Dolar AS melonjak ke level tertinggi yang baru dalam dua dekade pada Rabu terhadap sejumlah mata uang utama, didorong oleh pengetatan kebijakan The Fed.

Sejauh tahun ini, yuan telah merosot lebih dari 13% terhadap dolar AS, terburuk sejak 1994, ketika China mendevaluasi yuan sebesar 33% semalam sebagai bagian dari reformasi pasar.

Lihat juga video 'Kisah Para Petani China Lulusan Perguruan Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT