Hero Jual Tanah Rp 200 Miliar buat Bayar Utang

ADVERTISEMENT

Hero Jual Tanah Rp 200 Miliar buat Bayar Utang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 18:21 WIB
Logo Hero Supermarket
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menjual aset tanah dan bangunan termasuk aset atau barang dalam bangunan yang dipilih senilai Rp 200 miliar belum termasuk pajak ke PT Okabe Hardware Indonesia.

Dikutip dari keterbukaan informasi disebutkan objek jual beli ini terletak di Jalan Jalur Sutera No. 32A, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Negara Indonesia.

Luas bangunan 11.240 m2 terdiri dari 2 lantai. Sehingga total bangunan 12.406 m2.

Dalam perjanjian juga dijelaskan tata cara pembayaran uang muka Rp 20 miliar selambat-lambatnya 15 Juli 2022.

Selain itu juga dijelaskan dalam hal lewatnya jangka waktu sebagaimana tersebut di atas dan Pembeli tidak melakukan Pembayaran Uang Muka kepada Penjual.

"Maka cukup dengan lewatnya waktu saja membuktikan kelalaian Pembeli dan karenanya Penjual berhak untuk mengambil keputusan memperpanjang jangka waktu pembayaran uang muka atau membatalkan perjanjian secara sepihak dengan mengacu kepada ketentuan Pasal 9 ayat 2a Perjanjian," tulisnya, dikutip Jumat (30/9/2022).

Selanjutnya uembayaran pelunasan sebesar Rp 180 miliar akan diterima oleh Penjual selambatnya pada saat ditandatanganinya Akta Jual Beli dihadapan Pejabat Pembuta Akta Tanah ("PPAT") yang berwenang.

Kemudian para pihak sepakat bahwa Pembayaran Uang Muka dan Pembayaran Pelunasan akan dibayarkan oleh Pembeli kepada Penjual dengan cara transfer ke rekening Penjual.

Pertimbangan bisnis yang digunakan manajemen Perseroan terkait dengan Transaksi adalah sebagai penerimaan dana tunai dari pelepasan aset akan mengurangi leverage dan memperkuat posisi keuangan Perseroan.

Lalu pengurangan leverage juga akan mengurangi pembayaran bunga di masa depan.

Kemudian mendapatkan keuntungan dari penjualan properti yang akan mendukung profitabilitas Perseroan pada tahun 2022; dan kemampuan untuk memonetisasi aset yang tidak likuid meskipun ada ketidakpastian pasar akibat COVID-19.

"Transaksi ini juga diharapkan akan memberikan keyakinan tambahan kepada pemberi fasilitas pinjaman ditengah kondisi perdagangan pada tahun 2022," jelasnya.

Selain itu transaksi ini juga memiliki dampak keuangan berupa rencana Transaksi diharapkan dapat meningkatkan Aset Lancar HERO pada periode proyeksi 2022.

Kemudian pada laba (rugi) sebelum pajak pada tahun 2022 diperkirakan meningkat sebesar Rp 123 miliar karena keuntungan dari penjualan aset tetap Objek Transaksi.

Selain itu beban bunga pinjaman bank jangka pendek HERO diperkirakan akan menurun selama periode proyeksi, hal ini karena HERO mampu melunasi pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 120 miliar pada tahun 2022 serta penerimaan kas bersih dari transaksi tersebut diharapkan menjadi Rp 196 miliar setelah pembayaran pajak dan pengurangan beban bunga, dimana Rp 120 miliar akan digunakan untuk membayar hutang dan saldo kas akan meningkat sebesar Rp 76 miliar.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT