Emiten Cinta Laura Dapat Restu Caplok Perusahaan Energi Hijau

ADVERTISEMENT

Emiten Cinta Laura Dapat Restu Caplok Perusahaan Energi Hijau

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 20:15 WIB
Cinta Laura Kiehl
Foto: Instagram/@claurakiehl
Jakarta -

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) mengakuisisi PT Indoplas Makmur Lestari (IML), perusahaan yang bergerak di sektor green energy. Aksi korporasi telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini.

Dikutip dari pernyataan tertulisnya Jumat (21/10/2022), telah disetujui rencana pengambilalihan 99,99% saham PT IML dari dana hasil Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

RUPS juga telah menyetujui peningkatan setoran modal pada PT IML, yang selanjutnya akan digunakan untuk meningkatkan setoran modal pada PT Indoplas Karya Energi (IKE).

Sebagai informasi, ada nama Cinta Laura Kiehl dalam jajaran komisaris OASA. Pengangkatan Cinta Laura sebagai komisaris dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), 27 Juni lalu.

Direktur Utama OASA Bobby Gafur Umar menjelaskan, aksi korporasi ini membuat perseroan berpotensi meraup dana Rp 430,32 miliar. Dana ini akan digunakan Perseroan sebesar Rp 89 miliar untuk akuisisi 99,99% saham PT IML.

PT IML selanjutnya akan melakukan peningkatan setoran modal sebesar Rp 69 miliar kepada PT IKE untuk modal kerja. Diketahui perseroan sedang menyiapkan biaya untuk proses pengerjaan Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) DKI Jakarta Wilayah Layanan Barat.

Oasa berkomitmen menjadi entitas bisnis Energi Terbarukan (EBT). Melalui PT IML dan PT IKE, OASA siap menjadi perusahaan EBT pelopor dalam membangun, mengelola, dan mengolah sampah serta limbah menjadi energi listrik yang bermanfaat.

"Semakin nyata sekarang, bahwa EBT telah menjadi sebuah keniscayaan. EBT adalah masa depan. EBT kini sudah menjadi suatu keharusan, bukan lagi hanya sekadar pilihan," kata Bobby.

OASA dan anak-anak usahanya berencana untuk membangun, mengelola dan mengolah sampah menjadi energi listrik di sejumlah wilayah di Indonesia. Sebagian wilayah Jakarta di bagian Barat sudah digarap, dan akan merambah ke wilayah lain.

"Kami ingin membantu pemerintah untuk menciptakan kebersihan, mengolah jutaan ton sampah serta limbah menjadi energi yang lebih bermanfaat," katanya menambahkan. Dalam roadmap yang sudah disusun, Perseroan akan dikembangkan sebagai perusahaan EBT berskala besar dan tumbuh pesat pada 2030.

Bisnis yang nanti akan digeluti antara lain, pengolahan dan pengelolaan sampah, biomassa, sekaligus menjalankan peran sebagai kontraktor untuk proyek energi ramah lingkungan. Bobby menambahkan, OASA akan menjalankan beberapa sektor bisnis, mulai dari bio-kimia, energi, pengolahan limbah dan sampah, hingga teknologi.

"Kontrak-kontrak dalam beberapa bulan ke depan sudah akan jalan. Kami akan melakukan terobosan-terobosan memanfaatkan dana puluhan triliun - green fund dari Eropa untuk infrastruktur hijau. Sudah ada beberapa project yang masuk dalam rencana bisnis Perseroan. Kami akan serius menekuni industri hijau yang beromset triliunan rupiah," pungkasnya.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT