Pound Sterling Sempat Menguat Saat Kabar Rishi Sunak Jadi PM Inggris Mencuat

ADVERTISEMENT

Pound Sterling Sempat Menguat Saat Kabar Rishi Sunak Jadi PM Inggris Mencuat

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 24 Okt 2022 23:27 WIB
New Conservative Party leader and incoming prime minister Rishi Sunak waves as he arrives at Conservative Party Headquarters in central London having been announced as the winner of the Conservative Party leadership contest, on October 24, 2022. - Britains next prime minister, former finance chief Rishi Sunak, inherits a UK economy that was headed for recession even before the recent turmoil triggered by Liz Truss. (Photo by Daniel LEAL / AFP)
Foto: Rishi Sunak (tengah) bakal jabat Perdana Menteri (PM) Inggris-(AFP/DANIEL LEAL):
Jakarta -

Rishi Sunak akan menjadi Perdana Menteri (PM) Inggris menggantikan Liz Truss yang mengundurkan diri. Pasar keuangan pun merespons hal tersebut.

Seperti dikutip dari BBC, Senin (24/10/2022), pasar keuangan bereaksi dengan tenang mengetahui Rushi Sunak akan menjadi perdana menteri Inggris selanjutnya.

Pound sterling tak banyak mengalami perubahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Senin sore waktu setempat. Kemudian, biaya utang pemerintah tetap lebih rendah.

Pound sterling sempat naik mendekati US$ 1,14 terhadap dolar AS. Namun, pound sterling kemudian melemah lagi.

Bulan lalu, pound sterling jatuh ke sektor terendah terhadap dolar AS dan biaya utang pemerintah naik tajam. Hal terjadi setelah keluarnya anggaran 'mini' Liz Truss.

Investor ketakutan setelah Kanselir Kwasi Kwarteng berjanji melakukan pemotongan pajak besar-besaran. Pekan lalu, Kanselir baru Jeremy Hunt menarik hampir semua pemotongan pajak Truss dalam berupaya untuk menstabilkan pasar keuangan, tetapi pelaku pasar tetap gelisah.

Pada hari Jumat, pound sterling jatuh ke level US$ 1,11 dan biaya utang pemerintah naik di tengah ketidakpastian politik yang berkelanjutan dan peringatan baru tentang ekonomi Inggris.

Pada hari Senin, biaya utang pemerintah turun, dengan tingkat bunga atau hasil obligasi yang akan dilunasi dalam waktu 30 tahun menjadi 3,8%. Angka tersebut telah mencapai 5,17% pada 28 September setelah anggaran mini dan janji berikutnya oleh Kwarteng untuk mengumumkan lebih banyak pemotongan pajak.

(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT