Waskita Beton Buka-bukaan Cara Geber Cuan, Mau Fokus ke 2 Bisnis Ini

ADVERTISEMENT

Waskita Beton Buka-bukaan Cara Geber Cuan, Mau Fokus ke 2 Bisnis Ini

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 25 Okt 2022 16:30 WIB
Pekerja melakukan proses pembuatan Spun Pile dan Box Girder di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/8/2016). Di pabrik yang seluas 15 ha memiliki kapasitas produksi 400.000 ton per tahun. Dipabrik ini diproduksi berbagai macam beton diantaranya Spun Pile, Box Girder, Concrete Barrier, PC-I Girder, Concrete Rail Way dan CCSP. Produksi dipabrik karawang ini didistibusikan untuk kebutuhan proyek tol becakayu, solo kertosono, giant sea wall, proyek jalan layang tendean cileduk dan lrt Palembang. Agung Pambudhy/Detikcom.
Waskita Beton Buka-bukaan Cara Geber Cuan, Mau Fokus ke 2 Bisnis Ini/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mau fokus dalam bisnis konstruksi dan modular sebagai bisnis utama. Hal ini dilakukan perseroan demi mendulang cuan.

"Selain itu, WSBP juga ingin menjadikan konstruksi serta modular sebagai lini bisnis utama perusahaan yang masih sangat berhubungan dengan lini bisnis beton terintegrasi sebagai katalis Perseroan dalam mencapai keberlanjutan," kata President Director WSBP, FX Poerbayu Ratsunu dalam keterangannya, Selasa (25/10/2022).

WSBP juga akan melakukan integrasi bisnis beton dari hulu hingga hilir, dengan menjalankan kegiatan operasi di bidang quarry, readymix, dan precast sehingga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar.

Waskita Beton akan memperbaiki pengelolaan operasional yang berfokus pada efisiensi, efektifitas dan mendukung industri hijau. Nantinya penjalanan misi tersebut juga berkontribusi pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan pegawai di WSBP.

"Perubahan yang kami lakukan juga dilatarbelakangi berkembangnya inovasi industri manufaktur, sehingga diperlukannya pengembangan inovasi dan digitalisasi perusahaan,"ungkapnya.

Kesuksesan transformasi melalui visi dan misi baru ini tentunya akan berjalan dengan baik dengan dukungan strategi yang tepat. "Strategi yang akan dijalankan dalam transformasi berfokus pada peningkatan operasi dari sisi internal perusahaan, menciptakan competitiveness dan brand intelligence serta mengembangkan teknologi dan digitalisasi perusahaan melalui 3 pilar dan 3 enabler," ujar Poerbayu.

Adapun ketiga pilar utama yang menjadi kunci yaitu operational excellence, business nourishment, dan technology & digitalization, serta tiga program enabler governance, risk & compliance, talent engine, dan peningkatan penerapan budaya AKHLAK.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT