Erick Thohir Dorong BUMN Melantai di Bursa: Tak Cukup Perbaiki Bisnis Model

ADVERTISEMENT

Erick Thohir Dorong BUMN Melantai di Bursa: Tak Cukup Perbaiki Bisnis Model

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 27 Okt 2022 16:55 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mendorong badan usaha milik negara (BUMN) agar melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya hal itu menjadi salah satu cara juga untuk menumbuhkan ekonomi dalam negeri.

"Saya sangat mendorong sejak awal semua perusahaan BUMN selain memperbaiki bisnis prosesnya, tetapi juga saya dorong untuk mencari strategic partner, private sector dan tetap membangun enterprise tetapi juga mendorong masuk bursa," ujarnya dalam acara CSA AWARDS 2022 di Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).

Erick juga mengatakan saat ini porsi BUMN di bursa juga telah meningkat. Dengan begitu, perusahaan di Indonesia memiliki ekosistem sendiri, tidak lagi bergantung dengan negara lain.

"Alhamdulillah hasil hari ini porsi BUMN di bursa baik dari capital pasar maupun segi tentunya nilai transaksi terus membaik kurang lebih sekarang 23%," jelasnya.

"Belum lagi perusahaan-perusahaan BUMN yang sedang konsolidasi membangun ekosistem besar kita tidak mungkin, kita terus mendiamkan diri terjebak di sebuah ekosistem yg dibangun china atau amerika kita harus membangun ekosistem kita sendiri," lanjutnya.

Tidak hanya itu, Erick berharap dengan BUMN melantai di bursa bisa menumbuhkan kinerja bursa juga. Saat ini saja, Erick mengungkap track record bursa terus tumbuh dibandingkan di Asia Tenggara.

"Alhamdulillah track record bursa kita terus tumbuh dibandingkan di asia tenggara, itu kenapa tadi perbaikan ini kita dorong," tuturnya.

"Alhamdulillah hasil kumulatif daripada kinerjanya BUMN dibandingkan mohon maaf, bolehlah bangga-bangga-in sedikit, kan selama persepsinya korup, utang gituloh. Di sini kita bisa lihat, kumulatif daripada capital gain returnnya bagus 18%," ujarnya.

Kemudian, selama tiga tahun terakhir kumulatif dividen BUMN mencapai Rp 105 triliun. Menurutnya capaian itu patut dibanggakan, mengingat sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia dari BUMN.

"Kalau BUMN-nya sakit ekosistem sakit, kalau BUMN korup saya yakin dengan segala kekuatan BUMN, swasta nggak bisa bersaing," tutupnya.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT