Blibli Bakal IPO, Satu Lagi Perusahaan Rugi Mau Melantai di Bursa RI

ADVERTISEMENT

Blibli Bakal IPO, Satu Lagi Perusahaan Rugi Mau Melantai di Bursa RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 31 Okt 2022 14:19 WIB
PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli akan melantai di BEI pada 7 November 2022 dengan mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
Foto: Istimewa
Jakarta -

PT Global Digital Niaga Tbk atau yang lebih dikenal sebagai Blibli bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan startup itu bakal menambah daftar beberapa perusahaan yang keuangannya masih rugi dan tetap melakukan Initial Public Offering (IPO).

Rencananya, Blibli bakal melakukan penawaran saham perdananya di BEI mulai 7 November 2022. Ada sekitar Rp 8,17 triliun dana segar yang diincar Blibli.

Nah yang jadi sorotan adalah keuangan Blibli ternyata masih merugi. Berdasarkan prospektus saham Blibli, neraca keuangan perusahaan masih rugi Rp 2,5 triliun pada periode tahun berjalan di Juni 2022.

Bahkan, kerugian perusahaan e-commerce milik Grup Djarum tersebut juga membengkak jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 1,57 triliun.

Manajemen Blibli sendiri mengaku optimis kinerja keuangan perseroan akan membaik di masa depan. Apalagi saat ini Blibli telah menyatukan ekosistemnya dengan Tiket.com dan Ranch Market.

Ketiganya membentuk Blibli Tiket yang bakal menyatukan bisnis e-commerce, perjalanan dan gaya hidup (travel dan lifestyle), serta ritel kebutuhan sehari-hari (grocery retail).

"Dari 3 ini digabung menjalankan omnichannel dengan sinergi yang tinggi, itu kita lihat akan jadi perusahaan teknologi besar di indonesia yang akan berkelanjutan dan berlaba positif dalam waktu singkat," kata CEO PT Global Tiket Network (Tiket.com) George Hendrata dalam konferensi pers di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022) yang lalu.

Potensi bisnis dari 3 sektor tersebut sangat besar. Survei Euromonitor dan Frost & Sullivan mengungkapkan potensinya tembus US$ 436 miliar atau setara Rp 6.746 triliun (kurs Rp 15.474).

Sebelum Blibli, setidaknya sudah ada dua startup besar yang berlabel unicorn lebih dulu melantai di bursa efek. Posisinya pun sama, kedua perusahaan juga sedang mengalami kerugian saat melakukan IPO.

Yang paling pertama adalah Bukalapak, pada Agustus 2021 perusahaan melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. Namun, dalam prospektus yang dikeluarkan sebelum IPO, tercatat perusahaan masih mencatat kerugian Rp 1,3 triliun di tahun 2020. Angka ini lebih rendah dibandingkan kerugian pada 2019 yang mencapai Rp 2,8 triliun dan 2018 rugi Rp 2,2 triliun.

Kemudian, GoTo menyusul Bukalapak melantai di bursa pada April 2022. Saat melakukan IPO, entitas gabungan Gojek dan Tokopedia itu masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 11,58 triliun per September 2021.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020, nilai kerugian dengan kode saham GoTo itu meningkat. Per September 2020 kerugiannya senilai Rp 10,43 triliun.

(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT