IHSG Hari Ini 'Galau', Menguat Sebentar Eh Langsung Terjun ke 7.082

ADVERTISEMENT

IHSG Hari Ini 'Galau', Menguat Sebentar Eh Langsung Terjun ke 7.082

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2022 09:10 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka di dua arah. IHSG pada grafik RTI sempat menyentuh zona hijau tapi langsung melempem ke zona merah.

IHSG pada awal pembukaan perdagangan melemah ke 7.082. IHSG tiba-tiba turun setelah sempat menyentuh level tertingginya 7.111 dan terendahnya 7.078.

Mengutip riset Artha Sekuritas, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 32,827.00 (+1.31%), NASDAQ ditutup 10,564.52 (+0.85%), S&P 500 ditutup 3,806.80 (+0.96%).

Bursa saham Wall Street menguat karena investor fokus pada pemilihan paruh waktu yang akan digelar pada Selasa. Pemilihan ini akan menentukan kendali kongres. Saham Meta Platform melonjak karena laporan pemutusan hubungan kerja di perusahaan induk Facebook tersebut.

Fokus minggu ini juga akan berada pada data harga konsumen AS untuk Oktober, yang akan dirilis pada hari Kamis, untuk petunjuk tentang seberapa besar kenaikan suku bunga Federal Reserve AS membantu mendinginkan perekonomian.

Pergerakan Bursa Asia:

Nikkei naik 341 poin ke 27.869

Hang Seng berkurang 123 poin ke 16.464

Shanghai turun 19 poin ke 3.058

Strait Times menguat 8 poin ke 3.149

Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas

EXCL
Buy: 2.460
TP: 2.530
Stop loss: <2.400
EXCL membentuk bullish spinning top candle, ditutup menguat di atas MA-5 dan MA-20 harinya, stochastic mulai golden cross bergerak di area netral dengan MACD bar histogram yang berada dalam momentum positif, indikasi melanjutkan tren penguatan.

Kinerja EXCL sepanjang Kuartal III-2022 ini mencatat pertumbuhan pendapatan 9,06% YoY mencapai Rp21,59 triliun. EBITDA tercatat meningkat 5% YoY menjadi Rp10,38 triliun. Kinerja yang tumbuh tersebut dipicu dari terus meningkatnya segmen data dan layanan digital EXCL yang tumbuh 8,94% YoY. Selain itu, EXCL selalu gencar melakukan ekspansi jaringan, ditahun ini penyerapan CAPEX terealisasi 70% dan hingga akhir September 2022, EXCL memiliki lebih dari 145 ribu BTS 2G dan BTS 4G.

ARTO
Buy: 5.100
TP: 5.250
Stop loss: <4.690
Secara teknikal ARTO mulai rebound dengan membentuk bullish engulfing candle disertai dengan kenaikan volume yang signifikan, stochastic pada area oversold dan MACD bar histogram dalam momentum positif.

ARTO mencatat kenaikan laba bersih pada Kuartal III-2022 mencapai Rp41 miliar, hal ini membalikan kondisi rugi bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang merugi Rp33 miliar. Laba tersebut dipicu oleh kenaikan pendapatan bunga bisnis konvensional dan Syariah yang naik 205% YoY mencapai Rp1,08 triliun. Net Interest Margin (NIM) tercatat tumbuh 441 bps mencaai 10,5%. NPL terjaga dengan NPL bruto yang berada di level 2,1%. DPK tercatat naik 186%, dan CASA juga tumbuh sebesar 71%. ARTO memiliki rasio CAR sebesar 97% di atas rata-rata CAR industrinya, artinya ARTO memiliki permodalan yang terbilang kuat untuk menjaga risiko dan melakukan ekspansi kredit.

WSKT
Buy: 478
TP: 492
Stop loss: <464
WSKT berhasil ditutup di atas MA-5 dan MA-20 harinya dengan kenaikan volume harian, stochastic bergerak up dan MACD bar histogram dalam momentum positif, indikasi penguatan berlanjut.

WSKT kembali memenangkan tender dan meraih kontrak baru di Ibu Kota Negara (IKN) dengan proyek yang dibangun adalah Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,35 triliun. Secara total hingga September 2022, WSKT membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 11,58 triliun, yakni secara detail 65,36% dari pemerintah, 11,81% swasta, BUMN dan BUMD 10,98% dan Pengembangan bisnis anak usaha 11,86%. Sejalan dengan perolehan nilai kontrak yang terus meningkat. WSKT mampu mengembalikan kinerja positif Kuartal III-2022 tercermin dari perolehan laba bersih yang tumbuh 766% menjadi Rp578,17 miliar.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT