Dolar AS Masih Betah di Rp 15.663 Usai BI Naikkan Bunga Acuan

ADVERTISEMENT

Dolar AS Masih Betah di Rp 15.663 Usai BI Naikkan Bunga Acuan

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2022 09:32 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali naik tinggi, mendekati Rp 15.300. Per siang ini pukul 14.45 WIB, dolar AS tercatat tembus ke level Rp 15.265.
Dolar AS/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 15.663 usai Bank Indonesia (BI) menaikkan bunga acuan ke 5,25%. Dolar AS menguat 83 poin (0,53%) terhadap rupiah pagi ini.

Dikutip dari data RTI, Jumat (18/11/2022), dolar AS berada di level tertingginya pada Rp 15.665 dan terendahnya Rp 15.580. Mata uang Paman Sam menguat terhadap rupiah secara harian hingga bulanan.

Sedangkan pergerakan dolar AS terhadap mata uang Asia lainnya melemah. Dolar AS keok lawan yuan China hingga dolar Singapura.

Pergerakan mata uang Paman Sam terhadap yuan China melemah 0,18% ke 7,15. Kemudian pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang juga turun 0,14% ke 139.

Selanjutnya, pergerakan dolar AS terhadap dolar Singapura turun 0,07% ke 1,37.

Sebagai informasi, BI menaikkan bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 50 bps menjadi 5,25%. Lalu suku bunga deposit facility sebesar 50 bps menjadi 4,5% dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi.

"Kemudian untuk memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat," ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (17/11/2022).

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT