IHSG Ditutup Turun Tipis ke 6.804

ADVERTISEMENT

IHSG Ditutup Turun Tipis ke 6.804

tim detikcom - detikFinance
Kamis, 08 Des 2022 15:45 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menutup perdagangan sore ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah dan berakhir di zona merah.

IHSG turun tipis 14 poin (0,21%) ke 6.804 setelah tadi pagi dibuka melemah 35,24 (0,52%) ke 8.783.

Posisi penutupan IHSG sore ini lebih rendah dari posisi penutupan kemarin sore yang masih berada di 6.818.

Dikutip dari data RTI, Kamis (8/12/2022), IHSG hari ini bergerak pada rentang 6.691-6.805. Sebanyak 147 saham naik, 398 turun, dan 164 stagnan.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani mentakan, ada sejumlah informasi yang turut mempengaruhi laju IHSG sepanjang hari ini.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa (CADEV) Indonesia pada akhir November 2022 tercatat mengalami kenaikan US$3,8 miliar menjadi US$134 miliar.

Pada periode bulan sebelumnya, CADEV Indonesia tercatat US$130,2 miliar. CADEV yang besar mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas ekonomi makro serta system keuangan.

Sementara itu, Kementerian Keuangan melaporkan aset barang milik negara (BMN) berupa jalan nasional di Jakarta dihibahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp217 triliun.

Dari mancanegara, Kinerja impor China pada periode November 2022 tercatat terkontraksi -8,7% YoY, kontraksi lebih dalam dibanding periode bulan sebelumnya yang tercatat -0,3% YoY. Kinerja impor China juga tercatat -10,6% YoY, turun dibanding kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar -0,7% YoY.

Oleh karena itu, surplus neraca perdagangan menipis menjadi sebesar US$69.84 miliar pada bulan November 2022, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat US$85.15 miliar.

China masih memberlakukan lockdown di sejumlah wilayah sehingga menyebabkan turunnya permintaan dan gangguan produksi akibat penularan virus covid-19 yang masih mencatat penambahan kasus positif.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT