Makin Jauh dari 7.000, IHSG Ditutup Melemah ke 6.622

ADVERTISEMENT

Makin Jauh dari 7.000, IHSG Ditutup Melemah ke 6.622

tim detikcom - detikFinance
Selasa, 10 Jan 2023 16:36 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup lemas tak bergairah setelah pada pembukaan perdagangan tadi pagi dibuka melemah tipis.

Dikutip dari data RTI, Selasa (10/1/2023), IHSG sore ini ditutup pada posisi 6.622. Melemah dari posisi penutupan perdagangan hari Senin kemarin yang berada di 6.688.

Pelemahan IHSG melanjutkan tren negatif yang mendera pasar modal sejak pembukaan pagi tadi di mana IHSG dibuka pada posisi 6.664.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengungkapkan, laju IHSG hari ini turut digerakkan sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Ia sendiri menyebut untuk hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dalam range level 6.620 - 6.745.

Dari dalam negeri, salah satu penggerak IHSG adalah berita terkait Bank Indonesia yang melaporkan keyakinan konsumen akan kondisi ekonomi meningkat pada periode Desember 2022, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di level 119,9, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang tercatat di level 119,1.

Hal tersebut didorong oleh menguatnya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang meningkat pada seluruh komponen pembentuknya. Tertinggi adalah pada Indeks Penghasilan Saat ini yang naik 3,9 poin menjadi 120,3 pada periode Desember 2022.

Dari mancanegara, Unemployement Rate AS tercatat turun dari sebelumnya 3,6% menjadi 3,5% yang merupakan level terendahnya sejak tahun 1969, Average Hourly Earnings (Rata-rata upah per jam) AS juga tercatat 0,3% MoM, lebih rendah dari estimasi sebelumnya di level 0,4% MoM.

Kemudian, data ISM Non Manufacturing Index AS juga terpantau kontraksi di level 49,6 pada periode Desember 2022, di bawah level sebelumnya yang tercatat berada di 56,5, hal tersebut mencerminkan kebijakan Federal Reserve memperlambat aktivitas ekonomi AS, termasuk di sektor jasa (services maupun Non-Manufacturing).

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT