Gembok Saham Dibuka, Emiten TOOL Bakal Kemasukan Investor Baru

ADVERTISEMENT

Gembok Saham Dibuka, Emiten TOOL Bakal Kemasukan Investor Baru

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 16 Jan 2023 17:10 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) dengan pemegang saham pengendalinya yaitu PT Rohartindo Maju Perkasa (RMP) sedang menjajaki kemungkinan masuknya investor strategis. Hal ini dilakukan karena periode penguncian saham perusahaan perkakas dengan merek Nankai dibuka.

RMP selaku pemegang saham pengendali sebanyak 76,1% dalam perseroan berencana melepaskan sebagian saham kepada investor strategis yang akan dilaksanakan setelah berakhirnya periode lock-up (penguncian) atas saham tersebut yang berakhir 10 April 2023.

Namun manajemen perseroan menjelaskan bahwa penjualan sebagian saham milik RMP tidak akan mengubah pengendalian RMP atas perseroan. Selain itu perseroan tidak akan menerbitkan saham baru dalam proses ini, sehingga tidak akan terjadi dilusi atas saham Rohartindo Nusantara.

Ronald Hartono Tan, Direktur Utama Rohartindo Nusantara, mengungkapkan saat ini pihaknya masih dalam tahap awal pembicaraan dengan investor strategis yang kemungkinan besar dari negeri Tirai Bambu.

"Masih dalam negosiasi, termasuk besaran saham yang akan dilepas," kata Ronald dalam keterangan tertulis, Senin (16/1/2023).

Dalam kesempatan itu, Dian Ayu Saraswati, Corporate Secretary Rohartindo Nusantara, mengatakan kinerja perusahaan menunjukkan progres yang positif dengan pencapaian laba bersih di tahun 2022.

Per September 2022, perseroan mampu membukukan laba bersih atribusi entitas induk mencapai Rp 13,46 Miliar dalam 9 bulan, naik 26,14% dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 10,67 miliar.

Kenaikan laba bersih itu seiring dengan pencapaian pendapatan erseroan sebesar Rp 77,45 miliar, kendati turun 7,85% dari September tahun 2021 sebesar Rp 84,05 miliar.

Pendapatan terbesar disumbang dari penjualan perkakas Rp 52,46 miliar, dari sebelumnya Rp 72,05 miliar, disusul perabot rumah tangga Rp 10,24 miliar, dari Rp 10,39 miliar dan tas koper yang justru melonjak 819% menjadi Rp 14,74 miliar dari Rp 1,60 miliar.

Ronald optimistis perseroan akan dapat meningkatkan omzet perusahaan, apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini ketika pemerintah sudah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di 2023 ini.

"Kami optimistis dapat meningkatkan omzet penjualan pada tahun-tahun mendatang pasca-IPO. Selain itu dengan pesatnya tingkat permintaan koper robot Airwheel yang sedang tren ikut mendongkrak omzet penjualan Perseroan," jelas Ronald.

Menurut dia, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkakas dan peralatan rumah tangga serta koper, Perseroan hadir untuk memenuhi melihat potensi dan peluang bisnis sektor konsumer tersebut dengan menghadirkan produk-produk yang memenuhi permintaan konsumen di bidang perkakas dan peralatan untuk keperluan rumah tangga untuk kelas menengah bawah.

Perseroan mencatatkan saham perdana lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebanyak 410 juta di harga Rp 127/saham sehingga perusahaan meraih dana Rp 52,07 miliar.

Selain IPO, Perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 205 juta atau 12,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Setiap pemegang 2 saham baru berhak atas pembelian 1 waran dengan harga pelaksanaan Rp 500 yang dapat dilakukan setelah 6 bulan sejak 8 Februari 2023 sampai dengan 8 Agustus 2024.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT