Genjot Bisnis Telekomunikasi, Anak BUMN Ini Borong Ribuan Menara

ADVERTISEMENT

Genjot Bisnis Telekomunikasi, Anak BUMN Ini Borong Ribuan Menara

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 20 Jan 2023 11:44 WIB
Menara 4G Telkomsel di Wakatobi
Ilustrasi menara telekomunikasi. Foto: (Telkomsel)
Jakarta -

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah memborong ribuan menara di sepanjang tahun 2022. Akuisisi menara tersebut menggunakan dana yang diperoleh dari initial public offering (IPO).

Mitratel mengumpulkan dana sebesar Rp 18,46 triliun dari IPO yang dilakukan pada bulan November 2021. Dari dana tersebut, direncanakan akan digunakan untuk mendanai pertumbuhan inorganik pada tahun 2022 sebesar 50%.

Dengan adanya beberapa aksi inorganik atas menara dan fiber optik yang berhasil dilakukan oleh Mitratel, alokasi dana tersebut telah digunakan sepenuhnya dengan nilai nominal sebesar Rp 9,305 triliun sampai dengan akhir tahun 2022.

Tahun lalu, Mitratel menargetkan akuisisi menara telekomunikasi sebanyak 3.000 menara. Pada pelaksanaannya, MTEL berhasil melakukan akuisisi 6.088 menara dengan pencapaian sebesar 202,9% dari target dan akuisisi fiber optik sepanjang 6.012 km.

Adapun secara detail akuisisi 6.088 menara tahun 2022 sebagian besar dari akuisisi menara Telkomsel sejumlah 6.000 menara dan 88 menara lainnya dari Citra Gaia sebanyak 39 menara, MSN 38 menara dan lainnya 11 menara.

"Akuisisi menara dan fiber optik merupakan bagian dari usaha untuk memastikan bahwa Mitratel selalu siap dan secara cepat dapat memberikan solusi bagi operator telekomunikasi yang akan memperluas layanannya," kata Direktur Utama MTEL, Theodorus Ardi Hartoko dalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).

Ia menjelaskan bahwa Mitratel selama ini memiliki fundamental bisnis yang kuat dan sejumlah program yang diyakini dapat memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Selain akuisisi menara dan fiber optik, Mitratel juga melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) pada periode 2 Juni-2 September 2022.

Upaya pembelian kembali saham dilakukan perseroan karena melihat tren penurunan harga saham Mitratel pada Mei 2022.

"Manajemen berkeyakinan bahwa tren dan tingkat harga saham tersebut tidak mencerminkan fundamental perseroan. Sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam rangka meningkatkan nilai pemegang saham, maka Mitratel melakukan pembelian kembali saham perseroan," katanya.

Pembelian kembali saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan perseroan karena arus kas dan modal kerja yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha. Aksi ini juga memberikan fleksibilitas perusahaan dalam mengelola modal jangka panjang, di mana saham treasuri dapat dijual di masa mendatang dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan tambahan modal.

"MTEL akan terus aggressive mencari dan memanfaatkan peluang khususnya dalam melakukan aksi korporasi. Kami meyakini potensi pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi dan bisnis turunannya masih sangat tinggi khususnya dalam mendukung kedaulatan digital di Indonesia," ungkapnya.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT