Jumlah Pelanggan Setia Naik, Bisa Bikin GoTo Cepat Untung?

ADVERTISEMENT

Jumlah Pelanggan Setia Naik, Bisa Bikin GoTo Cepat Untung?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2023 09:30 WIB
Ilustrasi GoFood
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Performa positif GoFood yang merupakan bagian dari segmen bisnis on-demand meningkatkan optimisme percepatan profitabilitas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Selain dominasi pasar, Perseroan akan lebih mudah menjalankan strategi efisiensi biaya promo seiring bertambahnya jumlah pelanggan setia di layanan Online Food Delivery (OFD) ini.

"GoTo mendapatkan momentum positif untuk terus merealisasikan efisiensi dari sisi biaya promo yang biasa kita kenal dengan istilah "bakar uang" di layanan OFD. Saat ini perusahaan teknologi berlomba memasuki era menekan kerugian dan mencetak profitabilitas," ujar Research Analyst MNC Sekuritas, Andrew Susilo, kepada media.

Bukan hanya dominasi market share, meningkatnya secara signifikan jumlah pelanggan setia GoFood membawa keuntungan dalam rangka merealisasikan upaya dimaksud. Dengan begitu, kata Andrew, kontribusi marjin kontribusi dari segmen bisnis on-demand GoTo akan semakin positif. "Mereka sudah tidak terlalu mengejar pertumbuhan dengan segala cara. Lebih fokus mengembangkan basis pelanggan setia yang akan akan tetap menggunakan layanannya karena kualitas produk. Bukan karena promo potongan harga," terangnya.

Situasi ini yang menurut Andrew harus menjadi fokus investor ke depan dalam menilai saham teknologi seperti GOTO. "Untuk melihat perusahaan yang dapat mempertahankan keunggulan kompetitifnya," imbuhnya.

Terpisah, Praktisi Pasar Modal, Yazis Muamar, menilai kenaikan bisnis OFD GoTo merupakan sinyal positif. Sebab dari lini bisnis tersebut terdapat dua sumber pendapatan yaitu margin layanan dan biaya layanan.

"Dari sisi jasa, GoFood akan memperbaiki laporan keuangan GOTO sehingga hasil dari OFD itu akan lumayan besar pengaruhnya," ucapnya.

Didukung juga dengan pertumbuhan industri OFD yang prospek positifnya masih akan terus berlanjut. Riset e-Conomy SEA 2022 yang dikeluarkan Google, Temasek, dan Bain, menyatakan permintaan pada sektor OFD di tahun 2023 akan kembali ke garis tren pertumbuhan sebelum pandemi, setelah peningkatan drastis yang terjadi selama pandemic.

"Saya lihat sih harga saham GOTO mulai mengalami tren naik. Terlebih beberapa analis baik dari sekuritas asing maupun dalam negeri merekomendasikan Buy (beli). Jadi ada kemungkinan sahamnya memasuki tren naik," ulasnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT