Ruang Penguatan IHSG Masih Terbuka

Ruang Penguatan IHSG Masih Terbuka

- detikFinance
Kamis, 10 Agu 2006 09:49 WIB
Jakarta - Pasar saham masih berpeluang melanjutkan penguatannya meski akan diselingi aksi ambil untung.Eforia penurunan BI rate dan tertahannya suku bunga The Fed masih akan bergema di lantai bursa.Pada perdagangan saham pukul 09.38 JATS, Kamis (10/8/2006), Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) naik 2,557 poin (0,18%) pada level 1.415,657 walaupun pada awal perdagangan sempat terkoreksi.Aksi beli selektif terhadap saham blue chip seperti saham PGN tetap akan berlanjut dengan perhatian utama pada saham-saham yang sensitif pada suku bunga yakni perbankan dan properti.Namun investor tetap mewaspadai pergerakan harga minyak dunia yang kini di level US$ 76-77 per barel. Pada penurtupan perdagangan saham Rabu kemarin (9/8/2006), IHSG naik hingga 17,017 poin (1,219%) ke level 1.413,100. Saham Bank Niaga menjadi idola investor pada transaksi kemarin karena spekulasi penjualan saham oleh pemiliknya CIMB.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.Bhakti SecuritiesBila ditarik garis chanelling atas dari posisi indeks pada 8 Juni 2006 maka terlihat indeks berada sedikit di bawah level resistance 1.417, sehingga indeks harus menembus level tersebut sebelum melanjutkan penguatannya. Indeks akan menguat dengan rentang perdagangan antara 1.400 - 1.427. Kami merekomendasi untuk koleksi saham-saham BRPT, TLKM dan INTP.BNI SecuritiesPernyataan Bank Indonesia (BI) tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2006 yang diperkirakan mencapai 5,1 persen atau lebih baik dari pertumbuhan triwulan I-2006, serta penurunan tingkat bunga SBI diharapkan dapat menjadi tenaga pendorong bagi pergerakan indeks Jakarta. Namun demikian, pergerakan indeks juga dipengaruhi oleh sentimen bursa global, harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah. Indeks diperkirakan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat dengan kisaran pergerakan berada pada rentang 1.385-1.428. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads