Penjualan Saham Thames Jaya Direstui
Jumat, 11 Agu 2006 16:50 WIB
Jakarta - Berbeda dengan penjualan saham PT PAM Lyonaisse Jaya (Palyja), yang dipermasalahkan pemda DKI Jakarta, pelepasan saham Thames PAM Jaya (TPJ) justru direstui.Gubernur Sutiyoso tidak keberatan terhadap pelepasan saham Thames PAM Jaya (TPJ) karena alasan telah dilakukan konsultasi terlebih dahulu. Sementara penjualan saham Palyja sebesar 49 persen kepada Astratel dan Citigroup diributkan karena sebelumnya tidak dilakukan konsultasi.Hal itu disampaikan Sutiyoso, di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/8/2006).Menurut Sutiyoso, pihaknya akan menilai perusahaan yang nantinya terpilih menggantikan TPJ. "Ya nanti kita tengok saja, pilih mana yang disodorkan ke kita. Kita akan pelajari bonafid nggak," katanya.Kapasitas bonafid ini, kata Sutiyoso, dilihat dari kemampuan perusahaan itu secara finansial dan cara pengolahan airnya. "Kalau jawabannya tidak, ya tidak akan kita rekomendasi," tegasnya.Saat ini konsorsium Glendale International dan Recapital yang membentuk PT Aquatic telah menyatakan minatnya membeli saham milik RWE-Thames di TPJ. Perusahaan asal Eropa itu dikabarkan akan melepas seluruh sahamnya di TPJ. Hal ini karena para pemegang saham RWE -- yang mengakuisisi Thames Water -- memutuskan untuk memfokuskan bisnisnya di Eropa dan Amerika Serikat. Sedangkan seluruh bisnis RWE di luar Eropa dan AS, seperti Cina, Thailand, Australia dan Indonesia akan segera dilepas.
(ir/)











































