BI Rate Sesuai Ekspektasi, IHSG Diserang Profit Taking

BI Rate Sesuai Ekspektasi, IHSG Diserang Profit Taking

- detikFinance
Selasa, 05 Sep 2006 16:47 WIB
Jakarta - Penurunan BI Rate gagal mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal itu dikarenakan sebagian besar investor sudah mengambil langkah antisipasinya sejak keluarnya data inflasi 1 September lalu.Dengan langkah antisipasi yang sudah dilakukan sejak awal, maka yang tersisa pada hari ini adalah aksi ambil untung. Hal itu menyebabkan IHSG pada perdagangan Selasa (5/9/2006) ditutup turun tipis 1,321 (0,09 persen) pada level 1.468,238."Begitu inflasi turun kemarin, pelaku pasar banyak yang sudah membeli sehingga begitu ekspektasi sesuai mereka melakukan profit taking," ujar analis dari BNI Securities Rohma Fitri. Rohma menambahkan, penurunan BI Rate sebesar 50 basis poin sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal itu akhirnya memicu terjadinya profit taking dan short term trading. Sementara indeks LQ 45 turun 0,237 (0,07%) pada level 326,584, JII turun 1,050 (0,41%) pada level 257,143, MBC turun 0,454 (0,11%) pada level 411,632, DBX naik 0,108 (0,04%) pada level 253,947.Perdagangan di seluruh pasar mencatat 20.105 kali transaksi pada volume 1.570 juta lembar saham senilai Rp 1,628 triliun. Sebanyak 56 saham naik, 72 saham turun dan 59 saham stagnan. Saham-saham perbankan dan unggulan yang kemarin menjadi target buruan, pada hari ini diserang aksi profit taking. Saham-saham yang tercatat di posisi top loser antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.175, PGN (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 13.200, BCA (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 4.575, Indosat (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4.600, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 8.050.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga antara lain BRI (BBRI) naik Rp 75 menjadi RP 4.650, Astra International (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 12.000, Bank Niaga (BNGA) naik Rp 10 menjadi Rp 730 dan Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 menjadi Rp 5.250. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads