IHSG Minim Sentimen di Black September
Senin, 11 Sep 2006 09:50 WIB
Jakarta -
Lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) kekurangan insentif segar yang bisa memacu pergerakan indeks, setelah sentimen positif penurunan suku bunga berakhir. Pasar saham bakal bergerak terbatas di Black September, yang dikenang pasar sebagai titik kehancuran pasar saham global, saat bursa wall street berantakan terkena dampak musibah bom 11 September 2001.Investor memilih melakukan pembelian selektif terhadap saham-saham berkapitalisasi pasar, karena kondisi pasar masih belum menunjukkan bullish.Pada perdagangan saham pukul 09.30 JATS, Senin (11/9/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,171 poin (0,28%) pada level 1.462,405. Kondisi pasar global yang relatif stabil seperti tidak terjadi gejolak kenaikan harga minyak dan berakhirnya kenaikan suku bunga oleh bank sentral di negara-negara maju, membuat bursa global konsolidasi.Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu (8/9/2006), IHSG melemah 3,890 poin (0,265%) ke level 1.466,576, mengekor pelemahan rupiah.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.Bhakti SecuritiesPergerakan indeks yang didominasi oleh saham-saham lapis kedua serta posisi saham-saham unggulan yang berada pada teritori overbought, mengindikasikan pola penguatan indeks telah terbatas dan berpotensi mengalami aksi profit taking lanjutan. Indeks pada perdagangan awal pekan ini kami perkirakan akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah.BNI SecuritiesPercepatan perbaikan makro ekonomi dijadikan issue dasar adanya resuffle kabinet, pergerakan IHSG dikhawatirkan kembali bervariatif dengan kecenderungan mengalami pelemahan sementara. Projectory band, indeks ada pada kisaran level 1.486 - 1.446.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































