Rupiah Masih Tak Berdaya
Selasa, 12 Sep 2006 09:31 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah masih belum bertenaga. Antisipasi pasar menjelang pertemuan Bank Sentral AS pada pekan depan akan terus menekan nilai tukar rupiah.Pada perdagangan Selasa (12/9/2006), rupiah dibuka melemah ke level 9.140/9.150 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.130 per dolar AS.Namun penukaran dolar untuk kewajiban pembayaran pajak yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 diprediksi akan menahan laju pelemahan rupiah.Sementara di pasar global, dolar AS masih stabil pada posisinya terhadap euro dan menguat atas yen Jepang. Pelaku pasar terdorong oleh pernyataan Bank Sentral AS (The Fed) tentang inflasi pada pekan lalu.Tercatat euro bertahap di level 1,2700 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,2676 dolar. Sementara dolar juga menguat terhadap yen di level 117,63 yen, dari sebelumnya di level 116,88 yen."Masih ada ketidakpastian bahwa The Fed belum akan menghentikan sama sekali kebijakan moneter ketatnya," kata analis dari Thomson IFR Markets, Jamie Coleman seperti dikutip dari AFP.Gubernur Bank Sentral San Fransisco Janet Yellen sebelumnya mengatakan, inflasi AS masih terlalu tinggi, sehingga perlu kebijakan lanjutan untuk menekannya.Pernyataan itu langsung diartikan oleh pasar bahwa The Fed belum akan mengakhiri kebijakan kenaikan suku bunganya, kendati dalam pertemuan terakhir menahan suku bunga AS di level 5,25 persen.
(qom/qom)











































