Purbaya Bantah Rupiah Hancur Imbas Perang, Kasih Data Ini ke Prabowo

Purbaya Bantah Rupiah Hancur Imbas Perang, Kasih Data Ini ke Prabowo

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2026 17:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik sebanyak 1.585 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pelantikan tersebut berlangsung di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: Muhammad Firman Maulana
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah penilaian nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hancur imbas perang di timur tengah. Purbaya menilai pelemahan nilai tukar rupiah saat terjadi perang relatif sangat kecil.

Dalam pemaparannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Purbaya mengatakan jika dilihat dari data historis, setiap terjadi perang nilai tukar rupiah rata-rata hanya terdepresiasi sekitar 0,3%. Menurutnya angka tersebut menunjukkan ketahanan rupiah terhadap guncangan global masih cukup baik.

"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, itu setiap perang rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3. Jadi sebetulnya bagus daya tahanan kita. Yang real, yang pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini. Tapi yang yang nggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin," ujar Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menegaskan penilaian rupiah hancur tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, pelaku pasar yang benar-benar menanamkan dana justru masih menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

ADVERTISEMENT

Purbaya mencontohkan indikator risiko negara seperti Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang masih relatif stabil. Selain itu, spread Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury juga hanya berubah sangat kecil.

"Terus kalau kita lihat yang CDS, IDR 5 year, 5 tahun, masih relatif stabil . Gambar yang kanan atas Pak, itu adalah spread dari SBN terhadap treasury. Di Januari 25, 240 basis point. Sekarang 243 basis point. Naiknya hanya terbatas 0,3 basis point. Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik aja nggak percaya Pak. Terus kalau kita lihat, ya bukan domestik aja. Pengamat domestik yang nggak percaya," jelas Purbaya.

Bendahara Negara ini menambahkan data arus modal yang masih menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik. Pada Maret misalnya, meski terjadi outflow SBN sekitar Rp 0,7 triliun, terdapat inflow ke instrumen SRBI sekitar Rp 2,2 triliun serta inflow di pasar saham sekitar Rp 2,2 triliun.

"Jadi setelah goncang-goncang-goncang, di bulan Maret sepertinya masih masuk ke sini Pak. Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini Pak, karena mereka taruh uang," tutup Purbaya.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads