PGN Garap Pengembangan CBM
Jumat, 15 Sep 2006 13:56 WIB
Jakarta - Perusahaan distribusi gas BUMN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai menggarap Coal Bed Methane (CBM) sebagai salah satu alternatif energi pengganti BBM.CBM adalah gas methana yang terperangkap dalam lapisan batubara. Penggarapan CBM ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan.MoU untuk pengelolaan dan pemanfaatan CBM di lokasi di Musi Rawas, dilakukan antara Dirut PGN, WMP Simandjuntak dengan Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti di Kantor PGN, Jalan Zainul Arifin, Jakarta, Jumat (15/9/2006)."PGN akan mengembangkan CBM khususnya di wilayah potensial atau menurut rencana berada di sekitar jalur pipa transmisi gas bumi PGN," jelas Simandjuntak.Potensi CBM di wilayah Sumatera Selatan diperkirakan sebesar 185 TCF. CBM ini bertekanan rendah dan PGN akan mengambilnya dengan memakai kompresor yang ditempatkan di Musi Rawas. "Perhitungan PGN apabila 10 persen saja recoverable dari cadangan CBM maka bisa dapat 18 TCF atau setara 10 juta ton LNG," tutur Simandjuntak.Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti mengatakan daerahnya mendukung pengembangan CBM untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Menurut Simanjuntak, dalam waktu 3 tahun kedepan ini PGN akan melakukan persiapan-persiapan mulai dari eksplorasi sampai produksi."Angka yg berada sekarang ini 180 TCF di Sumsel dan ini baru angka indikatif. Karena disitu ada beberapa kabupaten yang memiliki lahan-lahan dan indikasi CBM. Jadi kita harus mengebor 1.000 meter dalam sumur itu dan ini dikerjakan oleh pihak Australia," tutur Simandjuntak.Rencananya PGN akan mengeksplorasi 3 sampai 5 sumur. CBM ini memiliki kedalaman sumur 1.000-1.500 meter, yang dinilai lebih mudah pengambilannya ketimbang sumur gas bumi.
(ir/ir)











































