Kudeta Thailand
Baht Rontok, Pasar Finansial Tutup
Rabu, 20 Sep 2006 10:19 WIB
Singapura - Mata uang baht langsung rontok menyusul kudeta oleh militer di Thailand. Otoritas moneter memutuskan untuk menutup transaksi di pasar finansial hari ini.Pada perdagangan Rabu (20/9/2006) di Singapura, baht merosot hingga ke level 37,735 dolar, dari posisi sebelumnya di 37,305 dolar.Para pialang seperti dikutip dari AFP mengatakan, baht kemungkinan bisa rontok hingga di bawah level 38 per dolar AS, jika muncul kerusuhan setelah kudeta."Ini seperti reaksi lanjutan. Sepertinya tidak akan ada dampak lanjutan lagi pada mata uang. Saat ini, proses transisi sepertinya dalam keadaan yang damai," ujar Alvin Liew, ekonom dari UOB Singapura."Saya tidak mengharapkan adanya pergerakan yang tajam dari mata uang, kecuali situasi di Thailand berbalik menjadi kerusuhan, yang sepertinya tidak akan terjadi," tambahnya.Selasa (19/9/2006) malam, sebuah kudeta berlangsung di Thailand yang dilakukan oleh kelompok militer. Perebutan kekuasaan itu dilakukan saat PM Thaksin Shinawatra berada di AS.Kaum yang berkuasa sendiri mengumumkan hari ini sebagai libur nasional dan memerintahkan para pejabat pemerintah dan para pebisnis berkumpul di markas besar tentara untuk mempelajari 'kebijakan baru'.DBS Bank dalam laporannya menyatakan, reaksi atas kudeta tersebut kemungkinan relatif tenang."Para pelaku pasar gembira bahwa kudeta di Thailand berlangsung dengan damai sejauh ini dan tidak seorang pun berpikiran tentang kemungkinan berulangnya krisis di Asia," ujar DBS Bank dalam laporannya.
(qom/sss)











































