Bakrie & Brothers Incar 3 Tol di Infrastructure Summit II

Bakrie & Brothers Incar 3 Tol di Infrastructure Summit II

- detikFinance
Rabu, 27 Sep 2006 15:55 WIB
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengincar tiga proyek jalan tol bernilai US$ 810 juta dalam Infrastructure Summit II November mendatang. Proyek jalan tol merupakan bagian dari sejumlah proyek infrastruktur andalan BNBR periode 2007-2010 dengan total nilai US$ 4,81 miliar. Ketiga ruas jalan tol yang dibidik BNBR yaitu ruas Kunciran-Serpong senilai US$ 190 juta, ruas Cimanggis-Cibitung senilai US$ 340 juta, dan ruas Serpong-Cinere senilai US$ 280 juta. Ruas-ruas jalan tol ini diperkirakan akan dibangun pada 2007 hingga 2010.Demikian disampaikan Direktur dan Sekretaris Perusahaan BNBR, Juliandus Tobing dalam materi presentasi road show perseroan ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (27/9/2006).Proyek-proyek Bakrie lainnya meliputi sektor pembangkit tenaga listrik dan pembangunan pipa gas.Saat ini, BNBR masih mengerjakan dua proyek pembangkit tenaga listrik, yaitu Tanjung Jati A senilai US$ 1,4 miliar yang tendernya masih dalam proses finalisasi dengan Perusahaan Pengelola Aset (PPA).Serta proyek listrik di Pasuruan senilai US$ 360 juta yang tendernya ditunda. Kedua proyek pembangkit tenaga listrik ini rencananya juga akan dibangun pada periode 2007-2010.Selain itu, BNBR juga tengah mengerjakan proyek pipa gas Kalimantan-Jawa senilai US$ 1,260 miliar yang tendernya dimenangkan Juli lalu. BNBR juga mengincar tiga proyek pembangunan pipa gas lainnya, yaitu pipa gas Duri-Dumai-Medan senilai US$ 450 juta yang tendernya dijadwalkan Kuartal I 2007.Kemudian pipa gas Cirebon-Semarang-Gresik senilai US$ 350 juta, yang pihak Bakrie akan berpartisipasi sebagai suplier pipa. Serta pipa gas Cirebon-Muara Bekasi senilai US$ 180 juta yang tendernya dijadwalkan Oktober mendatang.Sampai semester I-2006 sektor infrastruktur BNBR telah memberikan kontribusi sekitar dua pertiga dari pendapatan perseroan sebesar Rp 1,325 triliun, atau naik dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 629 miliar.Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen dan kenaikan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sekitar 70 persen. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads