Indeks Saham Makin Rupawan

Indeks Saham Makin Rupawan

- detikFinance
Senin, 30 Okt 2006 16:26 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin memamerkan kecantikannya dengan terus mengalami kenaikan di level terbaiknya. Investor pun menyemut mengerubungi saham-saham blue chip terutama sektor pertambangan. Pada penutupan perdagangan Senin (30/10/2006), IHSG naik 7,343 poin (0,47%) ke rekor tertingginya 1.580,189.Banjir sentimen positif di lantai bursa membuat bungah pelaku pasar. Sentimen positif tersebut adalah keluarnya laporan keuangan triwulan III-2006.Antisipasi inflasi Oktober yang akan keluar Rabu 1 November 2006, yang diprediksi tetap terkendali karena tidak adanya gejolak harga yang berlebihan selama Puasa dan Lebaran.Bertahannya suku bunga The Fed di level 5,25 persen yang cukup 'menghibur' pelaku pasar, karena mengindikasikan mulai membaiknya ekonomi AS. Serta antisipasi pelaksanaan Infrastruktur Summit II awal November nanti. Indeks LQ-45 naik 1,740 poin (0,51%) pada level 344,812 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,833 poin (0,69%) pada level 268,717.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 16.689 kali, dengan volume 1,314 miliar unit saham, senilai Rp 2,001 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 61 saham naik, 47 saham turun dan 65 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 1.800 menjadi Rp 26.500, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 850 menjadi Rp 7.000, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 300 menjadi Rp 11.400, Timah (TINS) naik Rp 275 menjadi Rp 2.475, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 75 menjadi Rp 3.450, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.700 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.900.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 150 menjadi Rp 1.925, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 75 menjadi Rp 4.650 dan Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 8.300. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads