Laba Astra Internasional Terpangkas 33%

Triwulan III-2006

Laba Astra Internasional Terpangkas 33%

- detikFinance
Selasa, 31 Okt 2006 17:14 WIB
Jakarta - Belum pulihnya pasar otomotif nasional memberikan pukulan terhadap PT Astra Internasional Tbk.Perusahaan raksasa ini hingga triwulan III-2006 mengalami penurunan laba bersih hingga 33,3 persen menjadi Rp 3 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 4,5 triliun.Pendapatan bersih Astra periode Januari-September 2006 mencapai Rp 40,2 triliun atau turun 14 persen dari Rp 46,8 triliun pada periode yang sama tahun 2005.Laba usaha Astra juga mengalami penurunan sebesar 27,8 persen yaitu dari Rp 5,3 triliun menjadi Rp 3,8 triliun."Tapi kami bersyukur bahwa memasuki triwulan III-2006 ini telah terlihat tanda-tanda pemulihan, di mana suku bunga mulai turun, tingkat inflasi cukup terkendali dan nilai tukar rupiah relatif stabil," ujar Michael D Ruslim, Presiden Direktur PT Astra International Tbk dalam siaran pers, Selasa (31/10/2006). Diakui Michael, trend kenaikan penjualan mobil baru terasa sejak bulan Agustus dan September 2006 ini. Sedangkan kenaikan penjualan motor terjadi lebih dahulu, yaitu sejak bulan Juni 2006."Meskipun volume penjualan mobil menurun signifikan, pangsa pasar mobil Grup Astra mengalami kenaikan dari 46,4 persen pada sembilan bulan pertama 2005 menjadi 54,5 persen. Hal ini juga didukung oleh model-model mobil baru yang kami luncurkan sepanjang tahun ini seperti Toyota Yaris, Toyota New Corolla Altis, Daihatsu Zebra Master, New Avanza VVTi dan New Xenia VVTi," papar Michael.Bersamaan dengan lemahnya penjualan mobil dan sepeda motor pada sembilan bulan pertama tahun ini, PT Astra Otopart Tbk -- anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang komponen otomotif -- mengalami penurunan penjualan sebesar 17,1 persen menjadi Rp 2,4 triliun pada periode Januari-September 2006.Belum pulihnya kondisi bisnis otomotif, juga berdampak kepada anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang pembiayaan mobil dan sepeda motor yaitu Astra Credit Companies (ACC) dan PT Federal International Finance (FIF). Jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh ACC dan FIF menurun sebesar 30,2 persen dari Rp 18,7 triliun menjadi Rp 13,1 triliun dalam sembilan bulan pertama 2006.Penjualan divisi alat-alat berat yang dipimpin oleh PT United Tractors Tbk (UNTR) juga relatif stagnan. Pendapatan UNTR lebih didukung oleh kinerja PT Pamapersada Nusantara yang sangat memuaskan melalui peningkatan aktivitas penambangan batubara.Anak perusahaan yang bergerak di sektor alat berat lainnya, PT Komatsu Indonesia juga mengalami penurunan penjualan sebesar 15,7 persen menjadi 1.649 unit sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2006.Kinerja Astra secara konsolidasi ikut terbantu oleh anak usahanya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Laba bersih AALI meningkat sebesar 5,8 persen menjadi Rp 623,1 miliar. Anak perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis ini mencatat kenaikan pendapatan sebesar 15,7 persen dari peningkatan volume penjualan dan membaiknya harga CPO. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads