Menperin: Great River Perlu Diselamatkan
Rabu, 01 Nov 2006 17:15 WIB
Jakarta - Terbelit keuangan yang tak kunjung usai membuat PT Great River Tbk sekarat. Menteri Perindustrian Fahmi Idris pun meminta agar perusahaan garmen itu diselamatkan, tanpa mengabaikan kewajiban utangnya."Industrinya perlu diselamatkan, tapi satu sisi kewajibannya tidak bisa diabaikan, dan harus sama-sama dipikirkan," ujar Fahmi di kantor Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/11/2006).Namun Fahmi mengakui bahwa pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Great River. "Ini memang agak berat bagi pemerintah. Paling-paling bisa dilakukan perundingan dan rescheduling," ujar Fahmi.Fahmi menjelaskan, bahwa masalah utama yang dihadapi oleh Great River adalah keuangan. "Ada mismatch antara pengalokasian dana yang diperoleh dari kreditor dengan penggunaan di dalam, sehingga gagal memenuhi kewajibannya. Intinya di situ," jelasnya.Ia menambahkan, Great River harus mencapai kesepakatan dengan para kreditornya baik dari dalam maupun luar negeri agar perusahaan bisa berjalan kembali. Hal serupa pernah terjadi pada perusahaan milik Sinarmas Grup. "Ini kan terjadi kesepakatan antara Sinarmas dan kreditor dan kemudian berjalan. Ini seharusnya menggunakan skim itu," sarannya.Namun Fahmi menyayangkan hal itu tidak dilakukan oleh Great River dan para kreditornya saat ini sehingga permasalahannya tidak kunjung usai. "Saat ini nampaknya kedua belah pihak tidak secara intensif duduk berunding untuk merumuskan pola pemecahannya. Belum ada perkembangan yang konkret," sesal Fahmi.
(arn/qom)











































