Peluang Berteman dengan Saham Fren

Peluang Berteman dengan Saham Fren

- detikFinance
Senin, 06 Nov 2006 10:34 WIB
Jakarta - Perusahaan telekomunikasi PT Mobile-8 Telecom (Mobile-8) milik grup Bimantara akan menjejakkan kakinya di lantai bursa akhir November nanti.Mobile-8 dengan produk andalannya Fren, akan menjadi emiten telekomunikasi kelima yang melantai di Bursa Efek Jakarta (BEJ).Jawara telekomunikasi seperti Telkom dan Indosat jauh sebelumnya telah menjadi perusahaan publik yang sahamnya sangat diminati publik.Baru setahun terakhir pemain lainnya yakni Excelcomindo dan Bakrie Telecom ikut wira-wiri di lantai bursa.Lalu bagaimana peluang saham Mobile-8 ditengah ketatnya persaingan saham telekomunikasi di lantai bursa ?Saham Mobile-8 dilego dengan kisaran harga Rp 200-240 per saham dan nilai nominal per saham Rp 100 miliar.Saham yang ditawarkan sebanyak 3,9 miliar saham atau 19,91 persen dari jumlah total saham. Dana IPO yang ditargetkan sekitar Rp 780-936 miliar.Pernyataan efektif diharapkan dapat diperoleh pada 17 November dengan masa penawaran 22-24 November 2006. Pencatatan di BEJ dan BES dilakukan 30 November 2006.Dana hasil IPO sebesar 57 persen untuk ekspansi jaringan seluler di Lombok, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, termasuk penambahan jaringan di Pulau Jawa. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Bhakti Securities, PT CIMB-GK Securities Indonesia dan PT Danareksa Sekuritas. Rohma Fitri analis dari BNI Securities melihat saham Mobile-8 sangat menjanjikan jika dikoleksi untuk jangka panjang.Pasalnya, sektor telekomunikasi Indonesia dibanding negara lain tingkat ARPU-nya (pemakaian pulsa) masih rendah sehingga peluang pertumbuhan kedepannya masih tinggi. Kondisi ini akan berimbas pada kinerja perusahaan telekomunikasi termasuk Mobile-8, mencapai pendapatan yang terus naik dan akan ikut membawa harga sahamnya naik."Pertumbuhan revenue akan terangkat yang berimbas pada kenaikan saham. Yang penting perusahaan bisa kompetitif dan efisien," ujar Fitri dihubungi detikcom, Senin (6/11/2006).Diakui Fitri, untuk saat ini Mobile-8 membutuhkan modal investasi (capex) yang besar untuk ekspansi usahanya, sehingga untuk jangka pendek dividennya akan berkurang.Sementara analis dari Sarijaya Sekuritas, Alfatih, menilai, meski sudah ada empat perusahaan telekomunikasi tidak ada masalah bagi Mobile-8 masuk bursa karena sektor telekomunikasi masih sangat luas potensinya. "Teledensitas masih rendah sehingga bisnis masih bisa berkembang, karena masih berkembang maka revenue akan tumbuh dan peluang saham bisa naik," tutur Alfatih. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads