Merger Bumi-Energi Makin Gelap

Merger Bumi-Energi Makin Gelap

- detikFinance
Jumat, 10 Nov 2006 14:56 WIB
Jakarta - Rencana merger PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (Energi) sulit direalisasikan karena terbentur masalah spin off Lapindo yang belum jelas. Manajemen masing-masing perusahaan belum tahu kapan merger bisa terwujud. Pasalnya, kedua perusahaan akan mengkaji ulang rencana merger perseroan. Kedua perusahaan masih belum mencapai kesepakatan perihal penilaian harga saham dari masing-masing perusahaan. "Kami sudah menyampaikan surat ke BEJ dan Bapepam kita akan mengkaji ulang rencana merger karena proses divestasi Lapindo yang belum selesai, BUMI dan Energi juga akan melakukan valuasi ulang," ujar Vice President BUMI, Harya Hidayat, saat dihubungi melalui telepon, Jumat (10/11/2006).Harya mengungkapkan, divestasi Lapindo oleh Energi merupakan faktor kunci untuk dilakukannya merger. Perseroan juga akan menunjuk penilai independen untuk melakukan penilaian ulang.Namun, dikatakannya pihak manajemen belum bisa menetapkan target waktu kapan merger bisa dilaksanakan."Sebelumnya kami memang menetapkan target tapi sekarang kita tidak menetapkan timeline," ujarnya.Dalam rapat Bumi dan Energi 3 November lalu, manajemen Bumi menilai proses divetasi Lapindo Brantas masih dalam kondisi yang belum pasti. Sebelumnya, pemilik Grup Bakrie, Nirwan Bakrie mengatakan merger BUMI dan Energi pasti batal karena spin off Lapindo masih terganjal izin Bapepam. Pihak Bapepam juga mengatakan tidak akan memberikan izin bagi Energi untuk melakukan aksi korporasi selama belum ada pihak yang bertanggung jawab terhadap semburan lumpur. (ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads