Aliran Gas PGN Pulih 3 Hari Lagi
Kamis, 23 Nov 2006 13:47 WIB
Jakarta - Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan aliran gas bisa pulih tiga hari mendatang, pascameledaknya jaringan pipa gas Pertamina di Porong Sidoarjo yang telah membuat industri di Jawa Timur (Jatim) krisis gas. "Diharapkan dalam 3 hari mendatang, gas bumi yang disalurkan PGN darilapangan Maleo, Santos dapat dialirkan kembali ke pelanggan dengan jumlahminimal 60 mmscfd, sehingga berkurangnya pendapatan dapat lebih diminimalisir dari perkiraan semula," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Widyatmiko Bapang, dalam siaran pers, yang diterima detikcom, Kamis (23/11/2006).Selain itu, untuk menutup kekurangan gas tersebut, saat ini manajemen PGNtengah berkoordinasi dengan BP Migas untuk mengupayakan tambahan pasokan gas dari Kodeco dari rata-rata 17,5 mmscfd menjadi 25 mmscfd.Akibat insiden meledaknya pipa East Java Gas Pipeline (EJGP) milik PT Pertamina pada 22 November 2006, PGN telah melakukan langkah-langkah mempercepat penyaluran gas dari Santos ke pelanggannya.Saat ini, lanjut Widyatmiko, sedang dilakukan pemasangan line valve 28 di lokasi offtake PGN di Porong, Jawa Timur. Sehingga gas dapat secepatnya dialihkan pada jaringan interkoneksi distribusi PGN dengan diameter 16 yang sudah beroperasi ke arah Pasuruan, Mojokerto dan Waru.Pipa gas milik Pertamina membawa gas sebanyak 72 mmscfd (juta kaki kubik per hari) dari Lapangan Santos dan sebesar 68 mmscfd dari Blok Kangean. Sehingga total yang dialirkan sebesar 140 mmscfd.Gas tersebut disalurkan ke semua industri di Gresik, terutama Petrokimia Gresik dan PLN.Pipa ini memasok gas dari Santos untuk PGN sebesar 80 mmscfd dan untuk Petrokimia Gresik sebesar 50 mmscfd."Pasokan gas untuk PGN Jawa Timur tinggal 55 mmscfd dari Kodeco dan Lapindo Brantas," ujar Direktur Utama PGN Sutikno.Perbaikan menyeluruh dengan merelokasi pipa gas akan memakan waktu 2 bulan. Pendapatan PGN diperkirakan berkurang US$ 6 juta.
(mar/ir)











































