Freehold Batal Beli Lapindo

Freehold Batal Beli Lapindo

- detikFinance
Selasa, 28 Nov 2006 13:20 WIB
Jakarta - Nasib perusahaan Lapindo Brantas Inc (LBI) kian tak jelas. Pemilik lama ingin melepasnya, namun pembeli baru Freehold Group Limited (FGL) justru membatalkan pembeliannya.Dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (28/11/2006), PT Energi Mega Persada Tbk yang merupakan induk dari Lapindo, mengumumkan secara resmi pembatalan jual beli perseroan dengan Freehold."Freehold telah menyampaikan kepada perseroan untuk membatalkan Sale and Purchase Agreement (SPA) antara perseroan dan Freehold pada 14 November lalu," kata Dirut EMP, Christopher Basil Newton.Menurut Christopher, pembatalan SPA tersebut dilakukan karena banyaknya kontroversi berkaitan dengan transaksi penjualan saham-saham divestasi."Atas permintaan Freehold tersebut, perseroan dapat menyetujuinya setelah mempertimbangkan keadaan yang ada," lanjut Christopher.Keadaan yang terjadi saat ini, lanjut Christopher, karena jual beli Lapindo antara EMP dan Freehold tidak dapat dipahami dan diterima oleh berbagai pihak terkait.Selanjutnya, kata Christopher, perseroan akan segera mengakhiri perjanjian jual beli dengan Freehold, sehingga penjualan saham-saham divestasi menjadi batal dan secara hukum berakhir."Terlepas dari tidak jadi dilaksanakannya penjualan saham-saham divestasi, perseroan senantiasa memastikan bahwa Lapindo Brantas Inc melakukan tindakan yang diperlukan dalam rangka menanggulangi dampak semburan lumpur Banjarpanji I sesuai dengan amanat Keppres 13/2006," tegas Christopher.Penjualan Lapindo oleh EMP kepada Freehold -- perusahaan investasi yang berasal dari British Virgin Island -- menuai banyak kecaman.Penjualan Lapindo membikin murka Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) karena dilakukan tanpa seizin otoritasnya.Padahal Bapepam telah melarang EMP menjual Lapindo kepada pihak manapun, sebelum ada kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap semburan lumpur panas Lapindo.Bapepam malah sempat 'perang' argumentasi dengan pemilik Kelompok Usaha Bakrie, Aburizal Bakrie yang juga Menko Kesra.Ical tersengat oleh pernyataan keras Ketua Bapepam Fuad Rahmany, yang mengatakan penjualan Lapindo tidak layak.Penjualan Lapindo ke Freehold senilai US$ 1 juta itu juga dituding pelaku pasar tidak transparan karena tidak diketahui siapa di belakang Freehold.Freehold akhirnya diketahui milik James Belcher, pengusaha yang berdomisili di Amerika Serikat. Kepada Koran Financial Times, Belcher mengaku sebagai teman dekat Ical dan telah mengenal Keluarga Bakrie selama 25 tahun.Belcher pernah menduduki jabatan di anak perusahaan Bakrie, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk. Nama Belcher juga bukan nama baru di kalangan bisnis Indonesia karena dekat dengan sejumlah nama beken seperti James Riyadi, pemilik Grup Lippo. (ir/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads