Saham Energi Hanyut Terbawa Lumpur

Saham Energi Hanyut Terbawa Lumpur

- detikFinance
Selasa, 28 Nov 2006 14:27 WIB
Jakarta - Saham PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) ikut turun menyusul merahnya indeks saham di lantai bursa.Penurunan ini makin dipertegas dengan batalnya penjualan Lapindo Brantas Inc (LBI) oleh PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) kepada Freehold Group Limited.Untuk jangka pendek, saham EMP diperkirakan akan negatif karena batalnya penjualan Lapindo akan kembali membebani keuangan perseroan."Untuk jangka pendek memang sahamnya akan negatif. Tapi pembatalan ini secara image justru akan memberikan citra yang baik kepada EMP karena patuh terhadap otoritas pasar modal," kata pengamat pasar saham, Edwin Sinaga, ketika dihubungi, Selasa (28/11/2006).Menurut Edwin, pembatalan jual beli Lapindo juga akan kembali memberikan kepercayaan kepada EMP, yang selama ini dicurigai pelaku pasar tidak transparan."Bagaimanapun semangat di pasar modal itu perusahaan memang harus menjalankan Good Corporate Governance (GCG) dan keterbukaan," tutur Edwin.Saham EMP tahun ini sempat mencapai angka tertinggi di level Rp 980 per saham. Namun setelah kejadian di Sumur Banjarpanji Sidoarjo yang menimbulkan musibah besar lumpur panas sahamnya ikut turun.Sampai akhirnya saham EMP yang memiliki kode perdagangan di bursa ENRG ini terhanyut di level terendahnya tahun ini Rp 490 per saham pada transaksi saham Selasa ini pukul 14.15 JATS.Freehold melalui EMP Selasa ini, mengumumkan pembatalan Sale and Purchase Agreement (SPA) yang dibuat kedua pihak tersebut pada 14 November lalu.Alasan pembatalan tersebut, karena banyaknya kontroversi dan penjualan Lapindo tidak dapat dipahami dan diterima oleh berbagai pihak terkait.Freehold yang merupakan perusahaan investasi dari British Virgin Island membeli Lapindo dari EMP senilai US$ 1 juta. (ir/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads