Bakrie Telecom Dapat Pinjaman US$ 150 Jt
Jumat, 01 Des 2006 17:27 WIB
Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk akan mendapat pinjaman sindikasi lembaga keuangan asing sampai sebesar US$ 150 juta. Pinjaman itu akan digunakan untuk perluasan jaringan dan refinancing utang."Kita sudah ada calon kreditor namun namanya belum bisa di-disclose," kata Direktur Corporate Affair Bakrie Telecom, Rakhmat Junaedi, saat dihubungi wartawan, Jumat (1/12/2006).Sebesar US$ 100 juta dari pinjaman yang bertenor 5 tahun itu akan digunakan untuk perluasan dan penguatan jaringan layanan Esia dan Wifone. Sementara sisanya akan sebesar US$ 50 juta akan digunakan untuk refinancing utang perseroan. Pinjaman tersebut rencananya akan dijaminkan dengan aset perseroan.Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang dipublikasikan pada kuartal ketiga 2006, total aset Bakrie Telecom tercatat sebesar Rp 2,2 Triliun dengan total ekuitas sebessar Rp 1,5 Triliun. Sedangkan jumlah BTS (Base Tranceiver Receiver) yang tersebar di area lisensi terdapat sejumlah 349 BTS.Sampai triwulan ketiga tahun 2006 jumlah pelanggan Bakrie Telecom telah mencapai 1,3 juta pelanggan atau tumbuh sebesar 168 persen. Perseroan menargetkan total pelanggan hingga akhir tahun sebanyak 1,5 juta pelanggan.Untuk mencapai target pertumbuhan pelanggan tersebut Bakrie Telecom akan terus memperluas wilayah layanan Esia dan Wifone. Saat ini kedua produk unggulan tersebut telah beroperasi secara komersial di 12 kota di Jawa Barat dan Banten.Diharapkan sebelum akhir tahun, Esia dan Wifone bisa beroperasi penuh di 17 kota Jawa Barat dan Banten yang pembangunan jaringannya telah tuntas pada tahun 2005 lalu. Lima kota yang tersisa adalah Sumedang, Kuningan, Sukabumi, Subang dan Karawang.
(ard/ir)











































