Kisruh Pasar Finansial Thailand, IHSG Terguling 70 Poin

Kisruh Pasar Finansial Thailand, IHSG Terguling 70 Poin

- detikFinance
Rabu, 10 Jan 2007 16:36 WIB
Jakarta - Pasar saham regional rontok terimbas kisruh pasar finansial Thailand. Lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) merah membara dengan penurunan yang mencapai 70 poin.Pada penutupan perdagangan Rabu (10/1/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 70,514 poin (3,96%) pada level 1.710,367.Terpuruknya indeks saham ini tercatat sebagai salah satu penurunan terbesar dalam transaksi di BEJ. Penurunan terbesar tahun 2006 yang mencapai 83,945 poin (6,03%) terjadi pada 22 Mei. Sedangkan tahun 2005 penurunan terbesar mencapai 54,104 poin yang terjadi pada transaksi 29 Agustus.Hampir seluruh bursa Asia terpuruk mulai dari Singpura, Jepang, Korea, Hong Kong hingga India.Keputusan pemerintah junta militer Thailand yang membatasi kepemilikan asing hingga 50 persen membuat investor asing ketakutan."Kebijakan pemerintah Thailand menimbulkan ketidakpasatian berinvestasi, inilah yang membuat investor asing keluar dari pasar Thailand dan akibatnya merembet ke bursa kawasan," kata Alfiansyah, analis dari Sinarmas Securities ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/1/2007).Kondisi dipasar Thailand, lanjut Alfian, memberikan efek kejut ke pasar regional termasuk di BEJ yang diwarnai panic selling oleh pelaku pasar.Namun dia melihat, 'kerusuhan' di pasar finansial hanya bersifat temporer karena dalam jangka panjang justru negara kawasan termasuk Indonesia bisa menarik investor yang keluar dari Thailand. Indeks LQ-45 turun 16,630 poin (4,32%) pada level 368,599 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 13,162 poin (4,32%) pada level 291,173.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 47.351 kali, dengan volume 4,390 miliar unit saham, senilai Rp 3,637 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 20 saham naik, 186 saham turun dan 22 saham stagnan.Saham-saham yang merosot harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 650 menjadi Rp 15.050, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 550 menjadi Rp 10.100, Timah (TINS) turun Rp 500 menjadi Rp 5.200, Indosat (ISAT) turun Rp 500 menjadi Rp 5.900 dan United Tractors (UNTR) turun Rp 500 menjadi Rp 6.800. Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer adalah, SMART (SMAR) naik Rp 50 menjadi Rp 3.700, Branta Mulia (BRAM) naik Rp 10 menjadi Rp 1.990, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 4 menjadi Rp 150. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads