PGN Jamin Tidak Ada Rekayasa Keuangan
Jumat, 12 Jan 2007 17:26 WIB
Jakarta - Rumor skandal keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhembus kencang di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ). Manajemen PGN dengan sigap membantah isu tersebut dan menjamin tidak ada manipulasi laporan keuangan.Isu tersebut awalnya muncul dari milis-milis investor asing yang menyebutkan ada masalah serius dalam laporan keuangan PGN. Akibatnya, saham PGN langsung terjungkal dalam perdagangan Jumat (12/1/2007), hingga 23,32 persen menjadi Rp 7.400 per saham.Sampai-sampai Bursa Efek Jakarta (BEJ) melakukan auto rejection sahamnya karena penurunannya melebihi batas normal. Akibatnya, investor hanya bisa menjual pada posisi terendah Rp 7.400 sedangkan posisi penwaran untuk beli tidak ada sama sekali."Mengenai rumor yang menyebutkan adanya manipulasi laporan keuangan perusahaan, manajemen PGN menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar," tegas Sekretaris Perusahaan PGN, Widyatmiko Bapang dalam siaran pers, Jumat (12/1/2007).Menurutnya, merosotnya harga saham PGN hanya dipengaruhi oleh sentimen negatif setelah PGN mengeluarkan pemberitahuan mengenai keterlambatan komersialisasi gas, dari Sumatera Selatan ke pelanggan industri di Jawa Barat (South Sumatra-West Java/SSWJ) dari semula pada akhir Desember 2006 menjadi Maret 2007. Widyatmoko membantah tudingan bahwa pengumuman keterlambatan penyelesaian proyek diatur berkaitan dengan waktu pelaksanaan divestasi saham PGN milik pemerintah pada bulan Desember lalu. Ditegaskan pula, manajemen PGN tidak memiliki kepentingan khusus berkenaan divestasi 5,32 persen saham PGN milik pemerintah. Kecuali hanya meminta suspensi perdagangan saham PGN di bursa pada tanggal 14 Desember 2006 untuk menghindarkan adanya fluktuasi harga yang sangat drastis dan tidak sehat sehingga dapat merugikan pemegang saham minoritas. Kondisi yang terjadi, lanjut Widyatmoko, pada saat yang bersamaan dengan divestasi PGN, manajemen PGN juga sedang mempersiapkan peresmian komersialisasi penyaluran gas melalui pipa SSWJ yang semula direncanakan akan dilakukan pada akhir Desember 2006.Widyatmoko menambahkan, laporan keuangan PGN telah disusun dan disajikan sesuai standar Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan oleh IAI dan peraturan Bapepam dan dan telah diaudit oleh auditor independen.
(ir/qom)











































