Bakrie Telecom Sumbang 30% Pendapatan 2007 ke BNBR

Bakrie Telecom Sumbang 30% Pendapatan 2007 ke BNBR

- detikFinance
Kamis, 08 Feb 2007 12:47 WIB
Jakarta - Perusahaan telekomunikasi, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan memberikan kontribusi pendapatan ke induk usahanya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) hingga 30 persen di tahun 2007.Sementara kontribusi BTEL ke BNBR untuk kinerja tahun 2006 hanya sebesar 15-16 persen.Peningkatan itu seiring dengan naiknya prediksi pendapatan BTEL dengan diperolehnya lisensi untuk jaringan telepon nasional."Kontribusi pendapatan ke BNBR yang sekarang 15-16 persen diharapkan naik dalam waktu dekat menjadi 30 persen," kata Dirut BNBR Bobby Gafur Umar, yang juga Komut BTEL, usai RUPSLB BTEL di Klub Rasuna, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/2/207).RUSPLB menyetujui perubahan direksi dengan mengangkat Erik Meijer dan Danny Buldansyah sebagai Deputi Presiden Direktur serta Jastiro Abi sebagai Direktur Keuangan.Tahun ini pendapatan BNBR diperkirakan mencapai Rp 4,3 triliun dan tahun 2007 naik 25 persen dibanding 2006.Sampai akhir tahun 2006, jumlah pelanggan BTEL tercatat lebih dari 1,5 juta melampaui target yang ditetapkan."Tahun ini kami targetkan 3,6 juta pelanggan," kata Presdir BTEL, Anindya Bakrie.Menurut Anindya, dari target 3,6 juta pelanggan tersebut sebanyak 3,1 juta pelanggan diincar dari wilayah Jakarta, Jabar dan Banten. Sementara sisanya dari 17 kota baru yang merupakan ekspansi BTEL.BTEL tahun ini menganggarkan capex Rp 2 triliun untuk pengembangan jaringan dan modal kerja.Rencananya tahun ini BTEL akan menambah 800 BTS baru dari total yang ada saat ini 400 BTS."Sumber pendanaan sebagian berasal dari vendor financing, institusi finansial dan kas internal," ujar Anindya. Tak Pengaruh Banjir Anindya menjelaskan banjir besar yang melanda Jabodetabek tidak mempengaruhi infrastruktur BTEL. "Jaringan tetap solid, tidak kena banjir," ujarnya.Diakui Anindya, musibah banjir akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat namun hanya bersifat temporer."Banjir juga membuat masyarakat berpikir kualitas, banyak yang pindah ke Esia karena jaringan tidak terpengaruh," tuturnya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads