PLN Diragukan Soal Obligasi

PLN Diragukan Soal Obligasi

- detikFinance
Rabu, 14 Feb 2007 14:20 WIB
Jakarta - Pemerintah meragukan kemampuan membayar PLN jika jadi menerbitkan obligasi hingga Rp 12 triliun. PLN diminta tidak langsung senang setelah sukses menerbitkan obligasi."Kalau obligasi, kita jangan lihat PLN dapat berapa, tapi bagaimana kewajiban PLN untuk membayar kembali," kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM J Purwono dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/2/2007).Menurut Purwono, PLN harus menghitung lagi berapa bunga dan jangka waktu obligasinya. Yang pasti, penerbitan obligasi tersebut tidak boleh mengganggu tarif dasar listrik (TDL).Dihubungi detikFinance secara terpisah, Komisaris utama PLN Alhilal Hamdi menegaskan, penerbitan obligasi PLN sudah dipikirkan secara matang. "Karena sudah diproyeksi arus kasnya," tegasnya,Hasil penerbitan obligasi ini rencananya akan digunakan untuk membiayai crash program 10 ribu megawatt. PLN akan membangun pembangkit dan transmisi di beberapa daerah.Alhilal menjelaskan, PLN akan menerbitkan obligasi ke luar negeri dalam denominasi dolar dan juga ke pasar domestik. Untuk global bond, PLN akan mengincar pasar yang sama seperti global bond sebelumnya yaitu AS, Eropa dan Hong Kong. "Kan sumber duitnya juga dari sana-sana aja," ungkapnya.Sedangkan untuk pasar domestik, Alhilal optimistis meraup dana yang besar setelah melihat suksesnya penerbitan obligasi PLN yang terakhir sebesar Rp 2,4 triliun . Menurut Alhilal, obligasi hanya salah satu cara untuk menambah kekurangan dana. Cara lainnya adalah pendanaan dari ADB dan juga bank dari Cina. Hingga saat ini, kepastian waktu dan underwriter belum ditentukan. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads