Jangan Ribut Lagi Telkom...

Jangan Ribut Lagi Telkom...

- detikFinance
Rabu, 28 Feb 2007 10:17 WIB
Jakarta - Perselisihan antara komisaris dan direksi Telkom diharapkan segera berakhir dengan perubahan direksi dalam RUPSLB hari ini.Ketidakharmonisan kerja antara komisaris yang dipimpin Tanri Abeng dan Dirut Arwin Rasyid ini telah mencederai citra perusahaan beraset hampir Rp 70 triliun.Perseteruan Tanri versus Arwin bahkan secara terang-terangan ditunjukkan kepada publik. Arwin yang notabene lebih ahli dalam masalah perbankan juga tidak bisa kompak dengan wakil dirut Garuda Sugardo.Spekulasi yang beredar Arwin kemungkinan bakal dilengserkan karena dari awal masuknya di tahun 2005, resistensi terhadap mantan Dirut Bank Danamon itu tidak pernah surut.Bagaimana dengan posisi Tanri Abeng ? Apakah mantan Menneg BUMN itu tetap bertahan di perusahaan pelat merah tersebut ?Sejauh ini memang tidak ada agenda atau upaya mendongkel Tanri dari Telkom. Namun bisa saja pemerintah menurunkan keduanya belajar dari pengalaman kisruh di Jamsostek.Lalu siapa yang cocok menjadi dirut Telkom ? Serikat Karyawan (Sekar) Telkom yang memiliki 27 ribu anggota aktif jauh-jauh hari sudah meminta agar direksi Telkom harus dari internal perusahaan."Pemerintah harus belajar dari pengalaman lalu yang mengangkat orang luar dan ternyata kondisinya seperti ini," kata Sekjen DPP Sekar Telkom, Wisnu Adhi Wuryanto, ketika dihubungi detikFinance, Rabu (28/2/2007).Hingga saat ini ada dua calon kuat yang masuk bursa dirut Telkom yakni Kiskenda Suriahardja (Dirut Telkomsel) dan Rinaldi Firmansyah (Direktur Keuangan Telkom).Masalah pergantian direksi Telkom sendiri sudah membuat pelaku pasar saham kelimpungan. Investor memilih melepas saham unggulan ini karena ingin menunggu hasil RUPSLB dan melihat kapabilitas dirut baru yang dipilih.Sementara Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) Telkom Iskanda Zamzami berharap seluruh direksi Telkom diganti dan ditunjuk direksi baru yang lebih kompak dan akur.SP Telkom juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang gagal diselesaikan manajemen lama dan harus diprioritaskan direksi baru. PR tersebut antara lain, penyerapan dana capex yang rendah dan pengembangan telepon Flexi "Secara fundamental Telkom sangat membutuhkan dua pilar bisnis selular dan telepon tetap, dan menjadi sangat berbahaya hanya mengandalkanpertumbuhan bisnis Telkomsel," ujar Iskanda.RUPSLB Telkom yang akan digelar mulai pukul 14.00 WIB, mengusung lima agenda yakni restrukturisasi dana pensiun Telkom, persetujuan pelaksanaan EMSOP, penggunaan dana hasil buy back, penyesuaian masa jabatan anggota komisaris, dan perubahan susunan direksi. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads