Yen Menguat Tajam, Nikkei Merosot di Bawah 17.000
Senin, 05 Mar 2007 10:47 WIB
Tokyo - Indeks saham di Jepang turun hingga 2,18 persen ke titik terendahnya dalam dua bulan terakhir. Penurunan indeks saham di Jepang, selain dipicu oleh melorotnya Wall Street, juga dipicu oleh menguatnya yen. Pada awal perdagangan Senin (5/3/2007), indeks Nikkei-225 turun hingga di bawah level 17.000 setelah mencatat penurunan 375,61 poin ke 16.842,32. Sementara indeks TOPIX anjlok 38,5 poin (2,24%) ke level 1.683,09.Penguatan yen itu memberi dampak yang signifikan terhadap kinerja para eksportir. Menurut dealer seperti dikutip dari AFP, eksportir cukup terpukul dengan penguatan yen yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan atas dolar AS. Penguatan yen terjadi akibat dampak berbaliknya carry trade, setelah mereka kembali berburu yen menyusul risiko yang terus meningkat pada mata uang yang memiliki yield tinggi.Carry trade merupakan fenomena investor yang meminjam dalam mata uang dengan suku bunga rendah seperti yen, dan menginvestasikannya pada mata uang dengan suku bunga tinggi seperti ringgit, peso dan rupiah. Namun seiring meningkatnya risiko, carry trade mulai berbalik arah, dan yen pun kembali dijadikan perburuan. Akibat aksi tersebut, dolar melemah ke level 115,52 yen pada awal perdagangan di Tokyo hari ini. Posisi dolar tersebut berarti yang terendah sejak 8 Desember.Pelemahan Wall Street juga memberi pengaruh yang signifikan. Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks Dow Jones ditutup turun 120,24 poin (0,98%) ke level 12.114,10, yang merupakan prestasi mingguan terburuk dalam empat tahun terakhir.
(qom/ir)











































