Malaysia Liberalisasikan Ringgit

Malaysia Liberalisasikan Ringgit

- detikFinance
Kamis, 22 Mar 2007 12:06 WIB
Kuala Lumpur - Bank Sentral Malaysia kembali mengeluarkan aturan untuk meliberalisasikan mata uang ringgit dalam rangka menarik minat investasi asing dan memfasilitasikan perdagangan ringgit."Kami memulai liberalisasi ini karena kami merasa bahwa langkah ini akan memperkuat sistem finansial domestik," ujar Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz.Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers laporan keuangan tahunan Bank Sentral dan pengumuman kebijakan baru di Kuala Lumpur, seperti dikutip dari AFP, Kamis (22/3/2007).Keputusan untuk meliberalisasi ringgit bebas akan berlaku mulai 1 April. Langkah liberalisasi Ringgit ini merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa yang pernah dilakukan oleh Bank Sentral Malaysia pada tahun 2003."Sejauh ini kami telah merasakan manfaat dari liberalisasi sebelumnya dan kami juga telah melihat implementasi yang teratur," tambah Zeti.Dengan kebijakan baru ini, bank-bank investasi Malaysia diperbolehkan untuk melakukan bisnis valas. Pembatasan rekening valas milik nasabah di bank-bank asing juga akan dicabut aturannya.Masyarakat diperbolehkan untuk membuka dan mempertahankan rekening valasnya untuk tujuan apapun. Dalam aturan sebelumnya, masyarakat hanya diperbolehkan untuk memiliki rekening valas untuk pendidikan dan mempekerjakan orang asing.Zeti menambahkan, Bank Sentral Malaysia juga tengah mempertimbangkan untuk memperbolehkan ringgit diperdagangkan di luar negeri jika langkah itu dinilai bisa menguntungkan."Dalam hal menginternasionalisasi mata uang ringgit, pada saat yang tepat, kami juga akan membuat penilaian apakah nantinya bisa mendapatkan keuntungan dari liberalisasi itu," ujarnya. Malaysia sejak tahun 1998 menerapkan kebijakan pembatasan devisa menyusul krisis yang melanda kawasan Asia. Saat itu, ringgit dipatok pada level 3,80 per dolar AS. Namun sejak Juli 2005, ringgit dibiarkan mengambang pada kisaran tertentu. Dan sejak pematokan itu dicabut, ringgit telah menguat hingga 9 persen pada terhadap dolar AS."Sejauh ini penguatan ringgit merefleksikan landasan ekonomi Malaysia, dan hal ini positif bagi pembangunan," tegas Zeti. (qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads