Bumi Kembangkan Tambang Emas
Senin, 02 Apr 2007 15:59 WIB
Jakarta - Perusahaan pertambangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana untuk melakukan ekspansi ke tambang emas, tambang tembaga dan bijih besi. Diharapkan tambang emas dan tembaga yang telah dimiliki perseroan di Palu dan Gorontalo akan mulai berproduksi tahun 2010.Saat ini BUMI tengah mempersiapkan pendanaan untuk mengaktifkan tambang-tambang tersebut."Biaya untuk capex (capital expenditure/belanja modal) pengaktifan tambang-tambang tersebut adalah US$ 400 juta hingga 1 miliar. Cukup besar karena ada riset mengenai pengadaan teknologi. Diharapkan 2010 atau 2011 sudah mulai bisa berproduksi," kata Komisi Riset BUMI Nalin Rathod usai konpres perseroan di Wisma Bakrie, Kuningan Jakarta (2/4/2007).Walaupun demikian, Nalin memastikan seluruh dana capex akan berasal dari kas internal perseroan."Kan utang kita sudah lunas jadi hasil laba bisa digunakan untuk capex ini," ungkapnya.Sementara untuk bisnis bijih besi perseroan akan melakukan ekspansi ke luar negeri.Rencananya BUMI akan mempergunakan sebagian besar dana hasil penjualan 30 persen saham anak usahanya di PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia (Arutmin) dan Indocoal untuk melunasi utang. Sementara sisanya akan digunakan sebagai modal kerja."Hasil penjualan US$ 1,3 miliar ini untuk membayar semua utang-utang yang ada, kurang lebih sebesar US$ 1 miliar, utang KPC US$ 730 juta dan utang Bumi US$ 258 juta," imbuhnya.Nalin menambahkan, perseroan juga telah mengadakan kontrak dengan Tata untukpengadaan batubara sebesar 10,8 juta ton. Kontrak tersebut akan dimulai tahun 2011, selama kurang lebih 10-12 tahun.Dividen spesial belum dipastikanMeskipun PT Bumi Resources Tbk telah menjual 30 persen sahamnya di KPC, Arutmin dan Indocoal kepada Tata Power Company Limited, Bumi belum bisa menentukan besaran dividen yang akan dibagikan. "Hal ini tergantung kepada pemegang saham, apakah dividen biasa atau spesial dividen, tapi yang pasti ada pembagian dividen hasil kinerja 2006," ujarnya.Sebelumnya manajemen BUMI sempat menjanjikan akan membagikan dividen interim jika penjualan anak usahanya sukses.
(ard/qom)











































