Buana Finance Bagi Dividen Rp 10/saham

Buana Finance Bagi Dividen Rp 10/saham

- detikFinance
Rabu, 18 Apr 2007 12:20 WIB
Jakarta - Perusahaan pembiayaan PT Buana Finance Tbk (BBLD) membagikan dividen tunai di tahun 2007 sebesar Rp 10,2 miliar dari laba bersih perseroan tahun 2006 yang sebesar Rp 98,6 miliar.Setiap pemegang saham akan mendapatkan dividen Rp 10 per saham. Selain membagikan dividen, perseroan juga akan membagikan saham bonus yang berasal dari agio saham perseroan.Demikian diungkapkan oleh Dirut Buana Finance R.C. Eko S Budianto dalam acara paparan publik di Hotel Le-Meridien, Jakarta, Rabu (18/4/2007)."Dengan adanya pembagian saham bonus ini modal disetor perseroan akan meningkat dari Rp 249,7 miliar menjadi maksimum Rp 360 miliar," kata Eko.Tujuan utama pembagian saham bonus itu adalah untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar dan memperkuat struktur permodalan.Pemegang saham Buana Finance mayoritas adalah PT Sari Dasa Karsa 67,53 persen, PT Asuransi Bina Dana Artha Tbk (ABDA) 6,76 persen dan publik 25,71 persen.Sepanjang 2006 perseroan telah memberikan pembiayaan baru Rp 830,67 miliar menurun dibanding 2005 yang sebesar Rp 984,5 miliar. Angka ini menurun karena rendahnya volume pembiayaan sewa guna usaha baru sebesar Rp 597,16 miliar atau 25,4 persen dibawah realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 800,35 miliar.Penurunan ini akibat peningkatan suku bunga, berkurangnya daya tarik investasi dan adanya peningkatan kompetisi dari sektor perbankan. Pembiayaan leasing, consummer finance, dan factoring. Tahun 2007 Buana Finance menargetkan pembiayaan Rp 1,25 triliun dengan komposisi Rp 920 miliar untuk leasing dan Rp 330 miliar untuk pembiayaan konsumen atau pembiayaan mobil."Dengan penurunan suku bunga BI Rate dan pelonggaran persyaratan kredit perbankan tampaknya peningkatan itu akan tercapai," ujarnya.Pada triwulan I-2007 pembiayaan baru telah mencapai Rp 240,9 miliar atau naik 54 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dipicu oleh peningkatan pembiayaan leasing.Perseroan menjajaki untuk melakukan penerbitan obligasi yang dananya akan digunakan untuk menambah modal kerja. Obligasi ini rencananya akan diterbitkan pada kuartal I tahun 2008. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads