Matahari Alihkan 7 Aset ke Anak Usaha di Singapura
Jumat, 27 Apr 2007 16:44 WIB
Jakarta - Perusahaan ritel, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan mengalihkan tujuh asetnya ke anak usaha yang didirikan di Singapura. Pengalihan itu telah mendapatpersetujuan dalam RUPS hari ini."Ada tujuh asset perseroan yang akan dialihkan ke anak perusahaan milik Matahari," kata Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk Danny Konjongian seusai RUPS di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (27/4/2007).Tujuh aset yang akan dialihkan tersebut adalah gerai di Mall WTC Matahari akan dialihkan ke PT Dinamika Serpong. Gerai di Metropolis Town Square dialihkan ke PT Gema Metropolis Modern. Gerai di Depok Town Square dialihkan ke PT Megah Detos Utama. Gerai di Grand Palladium dialihkan ke PT Palladium Megah Lestari. Gerai di Malang Town Square dialihkan ke PT Matos Surya Perkasa. Gerai di Java Supermall dialihkan ke PT Java Mega Jaya. Serta gerai di Plaza Madiun dialihkan ke PT Madiun Ritelindo.Danny menuturkan setelah pengalihan aset selesai, maka saham-saham yang ada ditujuh anak usaha perseroan tersebut juga akan dialihkan ke anak usaha Matahari yang ada di Singapura."Setelah dialihkan ke Singapura, maka anak usaha tersebut akan menjadi perusahaan penanaman modal asing (PMA)," tuturnya.Setelah itu, lanjut Danny, perseroan juga berencana melakukan pengalihankepemilikan atau penyertaan tidak langsung perseroan atas saham tujuh anakusaha tersebut kepada property trust yang bukan pihak terafiliasi denganperseroan."Property trust ini merupakan kumpulan dari investor-investor yangtertarik dalam bidang properti," ujarnya.Sementara itu Direktur Keuangan Matahari Hendra Sidin menyatakan pengalihan aset tersebut masih dalam proses, sehingga belum bisa dikatakan kapan target selesainya dan berapa dana yang bisa terkumpul dari penjualan aset tersebut."Ini semua masih dalam proses kalau sudah jelas maka kita akan umumkan ke publik," terangnya.Mengenai latar belakang penjualan aset kepada property trust yangmerupakan kumpulan investor asing. Hendra menuturkan penjualan aset ini untuk menunjang rencana ekspansi perseroan yang akan banyak membuka gerai baru."Dana dari hasil penjualan aset kita akan gunakan untuk pembukaan gerai,"tambahnya.Sedangkan untuk target penjualan tahun ini, Hendra optimistis bisa menembusangka lebih dari Rp 10 triliun atau naik 20 persen dibandingkan penjualantahun 2006 sebesar Rp 8,5 triliun."Dengan kenaikan penjualan ini, secara volume laba bruto juga akan meningkat. Kita berharap laba bersih tahun ini juga mengalami kenaikan," tutur dia.
(ard/ir)











































