Setiawan Djody Siapkan US$ 1,6 Miliar Beli Saham Telkomsel

Setiawan Djody Siapkan US$ 1,6 Miliar Beli Saham Telkomsel

- detikFinance
Minggu, 20 Mei 2007 19:01 WIB
Jakarta - Pengusaha Setiawan Djody dengan bendera bisnisnya Setdco Group mengumumkankeseriusannya membeli saham perusahaan seluler Telkomsel. Djody menyiapkan US$ 1,6 miliar untuk mengambil alih seluruh saham Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd (SingTel) di Telkomsel yang mencapai 35 persen.Djody mengaku telah memiliki 30 persen dana untuk pembelian tersebut. Sedangkan 70 persen lagi berasal dari pinjaman investment bankasing. Namun ia enggan membeberkan nama investor yang akan menjadipenyokong dana pembelian tersebut.Menurut Djody, pembelian saham Telkomsel dari BUMN Singapura ini lebih karena alasan nasionalisme pasca dilakukannya perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura.Djody menilai, Telkomsel yang saat ini telah menguasai pasar telekomunikasi seluler di Indonesia, dengan jumlah pelanggan mencapai 40 juta, keuntungannya lebih banyak dinikmati negara Singapura."Saya telah kirim surat kepada pemerintah Singapura yang isinya kami siapbeli kembali semua saham Singtel di Telkomsel," ujar Djody saat konferensi pers di Djakarta Club XXI Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (20/5/2007).Djody pada tahun 1990-an sempat memiliki 5 persen saham di Telkomsel melalui Setdco Megacell Asia. Pada tahun 2001, SingTel membeli saham Setdco tersebut sekaligus mengambil saham milik KPN Royal Dutch yang sebesar 17,28 persen.SingTel pada tahun tersebut resmi menguasai 22,28 persen saham Telkomsel. Pada pertengahan tahun 2002, SingTel memperbesar kepemilikannya di Telkomsel dengan membeli 12,72 persen saham milik PT Telkom Tbk, sehingga total kepemilikan saham Singtel saat ini mencapai 35 persen.Djody menuturkan, penjualan saham Telkomsel kepada SingTel yang dilakukan oleh Menneg BUMN saat itu yakni Laksamana Sukardi, cacat hukum karena tidak melalui persetujuan DPR."Saya besar hati karena ibu Megawati sepandapat ada kesalahan selama pemerintahan beliau dan sudah melakukan klarifikasi terhadap pemerintahan Singapura," kata Djody.Djody mengaku tidak sulit untuk mendapatkan dana demi mengembalikan Telkomsel kepada perusahaan lokal. "Sumber dana banyak teman saya yang bantu ada yang dari Timur tengah, ada dari orang Indonesia yang bekerja di investment bank di New York. Ini penyelesaiannya business to business, mereka setuju, kita langsung bayar. Targetnya tahun ini terealisasi," urai Djody.Dia berjanji apabila SingTel bersedia menjual sahamnya, maka 12,7 persen saham akan dikembalikan ke pemerintah Indonesia."Telekomunikasi dan minyak investasi tak perlu orang asing. Dari 35 persen saham itu 12,7 persen saya akan kembalikan ke pemerintah, apakah diserahkan ke koperasi Telkom atau di IPO," jelasnya. (arn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads