Incar Telkomsel, Djody Bantah Terkait Altimo
Minggu, 20 Mei 2007 19:30 WIB
Jakarta - Keseriusan pengusaha Setiawan Djody membeli 35 persen saham SingTel diTelkomsel berbarengan dengan gencarnya kabar perusahaan telekomunikasiRusia Altimo yang ingin membeli saham Temasek di PT Indosat Tbk.Rencana pembelian yang bersamaan itu memunculkan spekulasi Djody dan Altimo bergandengan. Namun dengan tegas spekulasi tersebut ditepis oleh Djody."Setdco tak ada hubungan dengan Alfa Group (Altimo). Saya tidak kenal AlfaGroup. Yang saya tahu, Alfa punya salah satu blok di Rusia," ungkap Djody,saat konferensi pers di Djakarta Club XXI Jalan MH Thamrin, Jakarta,Minggu (20/5/2007).Djody dengan bendera bisnisnya Setdco Grup menyiapkan dana US$ 1,6 mliar untuk mengambil alih seluruh saham Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd (SingTel) di Telkomsel yang mencapai 35 persen.Djody mengaku telah memiliki 30 persen dana untuk pembelian tersebut, sedangkan 70 persen lagi berasal dari pinjaman investment bank asing. Namun ia enggan membeberkan nama investor yang akan menjadi penyokong dana pembelian tersebut.Menurut Djody, pembelian saham Telkomsel dari BUMN Singapura ini lebihkarena alasan nasionalisme pasca dilakukannya perjanjian ekstradisi antaraIndonesia dan Singapura.Djody optimistis SingTel bersedia menyerahkan sahamnya di Telkomsel."Surat saya belum ada jawaban. Kalau SingTel tak mau jual karena saya orang Jawa selalu diberitau orang tua untuk pertama ngalah, kedua ngalih (ngalah kedua kali) yang ketiga ya sudah lah kita mau gimana. Rawe-rawe rantas malang-malang putung saya serahkan ke rakyat Indonesia," ujar Djody."Tapi saya yakin pemerintah Singapura mau mengerti, mereka tak mau ribut gara-gara masalah saham. Singapura butuh Indonesia, sumber air mereka dari mana lagi kalau bukan dari Indonesia," lanjut Djody yang juga pemusik ini.Djody berharap Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun tangan membantunya untuk dapat menguasai saham Singtel karena ada dugaan monopoli dengan menguasai Telkomsel dan Indosat.KPPU sendiri saat ini sedang melakukan penyelidikan monopoli Temasek dalam bisnis telekomunikasi di tanah air."KPPU tak usah nanti tapi harus action sekarang. The first equity adalah law enforcement, modal pokok bagi kita bersamabagi para pengusaha, tunjukkan ketegasan seorang pemimpin," ungkap Dojdyberapi-api.
(arn/ir)











































