Yuk, Membedah Pasar Modal
Selasa, 29 Mei 2007 11:20 WIB
Jakarta - Pasar modal Indonesia sedang mengalami gairah yang luar biasa. Euforia itu telah mengangkat IHSG ke level tertingginya. Anda pun tentu tak mau ketinggalan bukan?...Nah, bagi yang berminat investasi ke pasar modal, silakan datang ke Indonesia Investor Forum 2. Dalam forum tersebut, akan ada penjelasan secara gamblang tentang berinvestasi ke pasar modal plus penjelasan dari setiap emiten yang tercatat di bursa.Acara yang digelar 29-31 Mei 2007 ini terbuka bagi siapa saja yang berminat investasi ke pasar modal. Bagi yang berminat, silakan datang ke Jakarta Convention Center. Gratisss!Dari pantauan detikFinance, Selasa (29/5/2007), cukup banyak masyarakat awam yang antusias. Mereka mengunjungi stan Bursa Efek Jakarta (BEJ) untuk bertanya-tanya tentang bagaimana memulai investasi di pasar modal.Tak hanya BEJ yang menggelar stan, sejumlah stakeholder bursa seperti BES, KPEI, KSEI, Bapepam dan emiten-emiten lainnya juga membuka stan.Menkeu Sri Mulyani dalam sambutannya saat membuka acara itu mengajak masyarakat luas untuk beramai-ramai masuk pasar modal dan menjadikan pasar modal sebagai alternatif investasi. "Indonesia Investor Forum digelar untuk memperkenalkan pasar modal kepada masyarakat luas sehingga pasar modal dapat menjadi alternatif investasi," ujarnya. Dia mengatakan bahwa selama ini hanya kelompok masyarakat tertentu saja atau "yang berduit" yang bisa berinvestasi di pasar modal. "Dengan acara seperti ini diharapkan pasar modal tidak hanya eksklusif hanya kepada masyarakat tertentu saja, tapi masyarakat luas juga bisa mengenal dan masuk, sehingga mereka menjadi gemar berinvestasi, dan pasar modal kita menjadi lebih besar kontribusinya kepada laju perekonomian," jelasnya. Dia mengatakan bahwa market cap atau kapitalisasi pasar pada pasar modal Indonesia makin lama semakin meningkat. Pada tahun 2006, market cap pasar modal Indonesia telah mencapai 37,4 persen dari PDB, dan tahun 2007 meningkat menjadi 42 persen PDB atau sekitar Rp 1.400 triliun."Sementara untuk rata-rata transaksi harian pasar saham kita sampai saat ini meningkat menjadi Rp3 triliun dari Rp1,84 triliun di akhir tahun 2006," jelasnya.
(dnl/qom)











































