IHSG Remuk Redam

IHSG Remuk Redam

- detikFinance
Jumat, 08 Jun 2007 16:27 WIB
Jakarta - Jatuhnya bursa global yang dipicu anjloknya Wall Street menyeret pasar saham regional termasuk BEJ remuk redam. Pada penutupan perdagangan saham Jumat (8/6/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terguling 39,361 poin (1,88%) ke level 2.054,450.Anjloknya Wall Street merupakan imbas dari lonjakan yield dari obligasi negara AS berjangka waktu 10 tahun. Dampaknya, biaya pinjaman perusahaan akan meningkat dan pada akhirnya berpengaruh pada pasar saham. Indeks LQ-45 turun 8,741 poin (2,01%) pada level 426,517 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,908 poin (1,71%) pada level 339,509.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 47.001 kali, dengan volume 5,510 miliar unit saham, senilai Rp 4,201 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 37 saham naik, 147 saham turun dan 46 saham stagnan.Saham-saham yang jeblok harganya di top looser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 3.250 menjadi Rp 48.350, Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 15.850, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 300 menjadi Rp 5.850, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 250 menjadi Rp 9.650 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 250 menjadi Rp 12.750. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 menjadi Rp 6.450, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 50 menjadi Rp 15.350 dan Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 50 menjadi Rp 6.300.Menurut Kepala Riset Trimegah Arhya Satyagraha, terjungkalnya indeks didorong faktor utama kekhawatiran pasar lokal dan regional terhadap peningkatan suku bunga global. Hal itu memicu sebagian besar pasar regional mengalami koreksi."Meskipun Indonesia menurunkan suku bunganya seperti yang diharapkan tapi tren suku bunga global justru naik. kekhawatiran ini mendorong terjadinya outflow ke bond market yang tercermin dari rupiah yang melemah. Outflow juga terjadi dipasar saham sehingga terjadi koreksi," ujarnya.Menurutnya dari segi teknikal, kondisi IHSG yang terus menanjak juga sudah sangat rawan terhadap koreksi. (ir/ard)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads