Merger BEJ-BES Ditargetkan Selesai Oktober 2007

Merger BEJ-BES Ditargetkan Selesai Oktober 2007

- detikFinance
Selasa, 12 Jun 2007 13:20 WIB
Jakarta - Pemerintah mendorong penggabungan (merger) Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) bisa selesai Oktober 2007.Penyelesaian merger kedua bursa masuk dalam kerangka Kebijakan Reformasi Sektor Keuangan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang didalamnya mencakup 4 kebijakan.Kebijakan ekonomi ini diumumkan Menko Perekonomian Boediono bersama menteri ekonomi lainnya, di Gedung Graha Sawala, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (12/6/2007).Upaya merger ini adalah demi meningkatkan efisiensi dan likuiditas pasar modal sehingga memiliki daya saing. Penanggung jawabnya langsung dipegang oleh Menteri Keuangan.Pemerintah juga memacu program peningkatan pemanfaatan teknologi informasi di pasar modal. Tindakannya dengan mengembangkan sistem e-reporting, e-registeration dan e-monitoring yang ditargetkan selesai Desember 2007 dan berlanjut.Sasarannya adalah agar pemanfaatan teknologi informasi di pasar modal meningkat dengan penanggungjawab Menteri Keuangan.Sementara itu untuk meningkatkan likuiditas dan stabilitas pasat obligasi (surat utang) akan dilakukan mekanisme pembentukan harga (price discovery mechanism). Mekanisme itu diharapkan selesai Oktober 2007 yang tujuannya membentuk harga yang kredibel dan transparan dengan penanggungjawab Menteri Keuangan.Selain itu juga akan dikembangkan produk surat berharga syariah negara (SBSN) yang penyelesaiannya setelah terbit UU SBSN. Tujuannya adalah agar produk SBSN semakin berkembang dengan penanggungjawab Menteri Keuangan.Pemerintah juga akan menciptakan mekanisme stabilisasi pasar surat utang negara (SUN). Caranya dengan pembukaan Repo Window SUN bagi anggota primary dealer yang ditargetkan selesai November 2007. Tujuannya meningkatkan likuiditas dan stabilitas pasar SUN dengan penanggungjawab Menteri Keuangan. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads