Travel Warning Australia Hambat Investor Masuk ke RI
Senin, 25 Jun 2007 17:01 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu berharap adanya peninjauan kembali penerapan travel warning oleh pemerintah Australia terhadap Indonesia.Selain mengganggu sisi pariwisata, penerapan travel warning juga menganggu calon investor maupun pembeli yang akan ke Indonesia."Pihak Indonesia menganggap isu ini sangat mengganggu, yakni dari sisi travel warning dapat turun maupun mengganggu calon investor maupun buyer (pembeli), maka yang kita inginkan adalah adanya review," kata Mari dalam konferensi pers Trade Ministrial Meeting dengan Menteri Perdagangan Australia Warren Truss, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Senin (25/6/2007).Mmenurut Mari, review ini biasanya dilakukan oleh pemerintah Australia setiap kuartal. "Saya harap review ini dapat dilakukan dengan baik, dengan mempertimbangkan progres Indonesia yang terefleksi dalam laporan kuartal yang mereka lakukan," katanya.Usul tersebut kata Mari, sudah ditanggapi oleh pemerintah Australia yang berjanji akan melakukan perbaikan dalam penilaian kategori travel warning untuk Indonesia.Selama ini, pengusaha Australia lebih fokus ke investasi pertambangan. Mari berharap akan lebih baik pengusaha Australia juga melihat potensi lain di Indonesia yang cukup banyak seperti industri peternakan maupun makanan secara menyeluruh.Sementara Warren Truss mengatakan, pihaknya justru lebih tertarik investasi di luar pertambangan yaitu sektor jasa.Australia merupakan negara tujuan ekspor terbesar bagi produk Indonesia. Tahun 2006 pertumbuhan ekspor RI ke Australia meningkat 24,4 persen menjadi US$ 2,77 miliar.
(ir/qom)











































